Surat Terbuka untuk Kemahasiswaan ITB

Jadi awal bulan ini ada salah satu CEO paguyuban intrakampus ITB yang mengatasnamakan [seluruh] anggota KM-ITB untuk mem-bully salah satu pejabat di pemerintahan Indonesia. Saya awalnya tidak yakin dia benar-benar mewakili semua mahasiswa ITB dan mempertanyakan motivasi dia dalam melabeli presiden dengan kata sifat “serampangan”; namun, setelah disadarkan salah satu teman saya untuk berprasangka baik, saya memberikan “benefit of the doubt” kepada dia.

Karena itulah saya merancang draft surat ini. Anggap draft surat ini adalah proposal sekaligus tantangan. Dia bisa mempertimbangkan untuk melaksanakan isi surat saya untuk menunjukkan keberaniannya. Toh, slogan kampanyenya adalah #AksiBerani.

Kalau dia benar-benar berkarisma dan, seperti yang dia tuliskan di Surat Terbuka, punya cukup banyak pendukung untuk bisa mengklaim mewakili Keluarga Mahasiswa ITB, harusnya sih cari 200 orang yang sevisi sekaligus menyemangati mereka untuk menjalankan sebuah program itu gampang. Orang mahasiswa baru ITB tiap tahunnya 3000+ orang kok. (Okelah, TPB ITB termasuk anggota muda, jadi nggak usah diitung.) Toh, mereka semua punya semangat membara dan energi tiada-henti untuk membela rakyat Indonesia; tinggal diarahkan dan dikelola ‘kan?

Juga, kalau perlu, saya menyarankan metode di surat ini menjadi syarat agar sebuah BEM kampus bisa tergabung dalam BEM-SI. Penjaminan mutu ini bertujuan memastikan sebuah BEM sudah cukup dewasa, bertanggung jawab, mampu membina para kadernya, serta punya ketulusan dan komitmen sebelum turun ke jalan dan gabung demonstrasi besar-besaran [yang mengatasnamakan rakyat Indonesia].

Kalau nggak ada penjaminan mutu semacam itu, ya, BEM-SI itu bakalan penuh sama anak-anak yang menjadikan kemahasiswaan sebagai tempat pelarian karena gagal di bidang akademis, atau mereka yang mau ikut demo dan nge-bully presiden buat keren-kerenan aja. Intinya, isinya bakal jadi sampah-sampah yang nggak tau mau ngapain dengan hidup ini.


Earlier this month, I promised an open rebuttal letter to Zein’s Open Letter regarding Jokowi’s haphazardish management of Indonesia. It’s still in draft. (Yes, I’m slacking off.) This #SumpahSeribuTahun mock-letter is one of the theses and anecdotes that I use in my ~25-pages rebuttal.

Well, consider this mock-letter as a teaser.

c3fbkmdukai58wc-jpg_large

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s