15095111_1201459316587460_8524481253794162802_n

Kenapa Belajar Ini, Kenapa Belajar Itu

KENAPA BELAJAR INI, KENAPA BELAJAR ITU

Guys, gw nggak capek-capek bilang ini ya: Knowledge is an invaluable capital. Bisa tahu lebih duluan ketimbang temen-temen kalian yang lain is a huge advantage.

Belajar filosofi dan retorika itu gunanya supaya kita punya worldview yang kokoh dan bisa mempertahankan semua pilihan hidup kita sampai tingkat atomik, jika orang lain mempertanyakannya.

Yang bikin males adalah kalau kita merasa filosofi itu cuma ngapalin ucapan-ucapan Descartes, Peter Singer, Socrates/Plato/Aristoteles.

Belajar sejarah itu gunanya supaya kita bisa mengerti kesuksesan dan kegagalan yang membawa kita ke titik ini, supaya kita bisa meniru langkah-langkah menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan.

Yang bikin males adalah kalau kita merasa sejarah itu cuma ngapalin tanggal kejadian sama nama-nama orang yang terlibat di dalamnya.

Belajar sains dan teknik itu gunanya supaya ngerti cara kerja dunia, supaya pelajaran kita di bidang-bidang lain bisa ditopang dan kita bisa membuat inovasi dan kemajuan untuk kualitas hidup manusia.

Yang bikin males adalah kalau kita merasa sains itu cuma ngapalin tabel periodik dan ngapalin rumus-rumus fisika dan teknik cuma belajar cara bongkar pasang komponen listrik dan beton dan debugging software.

Belajar sosiologi dan psikologi itu gunanya buat tahu cara kerja dan karakteristik masyarakat, serta peran masing-masing individu dalam masyarakat tersebut.

⁠⁠⁠⁠⁠Yang bikin males adalah kalau kita merasa sosiologi/psikologi itu cuma baca-baca Capital-nya Karl Marx, The Wealth of Nations-nya Adam Smith, sama jenis-jenis penyakit di Pedoman Penggolongan Penyakit dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ).

Belajar matematika itu untuk meningkatkan kapasitas mental dalam mengumpulkan informasi, mengolahnya, dan menggunakannya untuk mengambil keputusan terbaik bagi sebanyak mungkin orang.

Yang bikin males adalah kalau kita merasa matematika adalah muter-muterin angka yang abstrak untuk dipas-pasin ke integral lipat tiga dalam enam dimensi.

Belajar seni itu gunanya supaya kita bisa membuat gagasan-gagasan terbaik yang kita miliki menjadi hidup dan persuasif bagi orang lain.

Yang bikin males adalah kalau kita merasa seni adalah sekadar corat-coret pakai cat dan bikin cerita fiksi dan produksi film-film absurd dan ngasih informasi yang nggak penting.

Intelligence is a gift, not a right. It must be wielded not as a weapon but as a tool for the betterment of others.

Intelligence must be used for the benefit, and not to the detriment, of society. Those who use intelligence for their own personal gain or to the detriment of others have not properly borne the responsibility of their gift, and are not welcome in the world of wisdom.

Depiction: Saraswati, (Indian) godess of knowledge and arts.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s