Tentang Pemenuhan Pride

Jadi, tentang pemenuhan pride. Is it wrong wanting others to feed our pride? Not at all. Pride is a subset of self-esteem. Self-esteem is a human need, too.

Bedanya: Hufflepuff dan Gryffindor dapat pemenuhan self-esteem dari orang lain; Slytherin dan Ravenclaw dapat pemenuhan self-esteem dari diri sendiri.

Buat Huffs dan Gryffs, bahkan putus/cerai/muntaber karena merasa di-taken-for-granted oleh partnernya adalah hal yang umum. Yang cowok ngerasa capek soalnya nggak dapet apresiasi how hardworking he is; yang cewek ngerasa capek soalnya nggak dapat apresiasi how attractive she is.

Di fase gw Huff-Rav dulu juga gw butuh self-esteem. Being called — and maintaining the status of being — “smart” is the primary source of my learning drive.

Cara nunjukin care dan ngasih feedback ke Huff beda sama ke Rav. Ke Huff adalah dengan ngasih apresiasi/validasi untuk usahanya. Ke Rav adalah dengan ngasih kritik/evaluasi untuk usahanya.

Justru Rav bakal bosen kalo dikasih pujian melulu. Dan Huff bakal males kalo dikasih kritik terus.

Masalah di hubungan Huff sama Rav ya berkutat di sekitaran “Huff ngerasa minder, Rav ngerasa bosen”. Masalah di hubungan Gryff sama Huff ya “Gryff ngerasa Huff nggak mau berjuang buat mimpi, Huff ngerasa Gryff lebai dalam memenuhi peran sosial”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s