s2acyv

Perfect Match

Ch_hno4VIAAZYb2

Ini Hanifah Azhar. Teman-teman Teknik Informatika ’09 ITB memanggilnya Ipeh.

Dia akan menikah, sebentar lagi. Dia memberitahukannya ke grup LINE Sapi Terbaik Bangsa (STB) — anak-anak Teknik Informatika ITB ’09 — yang mendapat julukan itu karena jaket angkatan kami motifnya mirip kulit sapi. Salah satu respons dari teman saya, Dika, adalah:

Sabar ya Anshor, pasti ada Ipeh-Ipeh lainnya.

Saya kesal. Di grup STB, Dika ngebuli Anshor karena Anshor punya riwayat dengan Ipeh. Bukan, kesalnya bukan karena ngebuli-nya, tapi karena Dika menganggap orang bisa tergantikan.

Otomatis, respon saya — tetap di grup LINE itu juga — adalah:


Kyaaah Ipeh selamat menikah!

* memeragakan wing chun dengan pom pom *

E-enggak gitu cara berpikirnya, Dik…

Oke jadi karena Ipeh berambut hitam dan berbaju kuning dengan tulisan Pika***, ditambah asumsi bahwa para Sapi ’09 lahir tahun ’91 dan sekarang berumur 025 tahun — yang merupakan nomor urut spesies-maskot Pokemon, kita akan menggunakan perumpamaan Pikachu.

Ada berapa Pikachu? Ada banyak. Masing-masing punya karakteristik yang tepat sama: badan hitam-kuning, pipi merah, ekor petir, cuma bisa ngomong “pika”, dan mengeluarkan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk PLTP:

pikachu
Pembangkit Listrik Tenaga Pokemon

Namun, Ash maunya cuma sama Pikachu yang itu. Pikachu yang itu-lah yang Ash lindungi waktu diserang Spearow di episode 1, dan lalu gantian melindungi Ash. Pikachu yang itu-lah yang ditungguin Ash penuh cemas waktu dirawat di Pokemon Center, dan Pikachu yang itu-lah yang nemenin Ash keliling Kanto dan Johto.

Karena yang dicari dalam “partnership” itu bukan “unique personal traits“, tapi “positive shared experiences“. Jadi, tantangan sebenernya itu bukan gimana — atau di mana — cari “perfect match“, tapi gimana memastikan “the fire stay aflame” — cukup terang supaya bisa nunjukin jalan, cukup stabil supaya nggak kebakar habis.

Intinya: Ipeh ada banyak, tapi Ipeh yang itu tidak tergantikan.

disclaimer:
Tentu saja opini ini berasal dari orang yang menamai dan, bahkan, ngobrol dengan laptopnya. Jauh di seberang spektrum, ada masyarakat patriarkis-komunal-konservatif yang menganggap semua wanita itu sama, istri adalah properti dan eye-candy, pernikahan adalah transaksi bisnis antara mempelai-pria dan ayah-mempelai-wanita, dan Pokemon harusnya diam di dalam Poke Ball kecuali saat dipakai bertarung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s