TGIF

TGIF

Buat freelancer-entrepreneur-artist nggak ada TGIF. Setiap hari itu waktu untuk belajar sekaligus main. Nggak ada istilah /work-life balance/, karena /your work is your life/. Nggak ada sistem kalender Julian-Gregorian. Kalau hari Rabu burnt out ya istirahat, ngajak temen hangout. Kalo subuh-subuh kepikiran ide ya buka buku, langsung nulis. Nggak peduli hari apa, atau jam berapa.

“Emang kerja malam-malam itu sehat? Kita ‘kan punya yang namanya jam tubuh.”

Ambil contoh anak remaja. Waktu pubertas, jam sirkadian bergeser ke kronotipe malam. Jadinya, remaja lebih aktif waktu sore dan malam hari. Kalau pagi, jadinya capek; kalau malam, penuh energi. Jadinya, pelajaran-pagi di sekolah atau kampus nggak bisa terserap baik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja justru mendapat nilai tinggi di sore hari. (http://www.b-society.org/research)

Dan, di sebagian orang, “kronotipe malam” ini berlanjut sampai dewasa. Orang-orang pungguk yang dipaksa kerja di pagi hari justru produktivitasnya menurun. Berhubung dunia korporat dan ke-PNS-an memaksakan jam-kerja-pagi, orang-orang pungguk nggak bisa sepenuhnya menikmati pekerjaan. Jadinya, mereka memilih jalur lain.

Buat freelancer-entrepreneur-artist nggak ada TGIF. Setiap hari itu waktu untuk belajar sekaligus main, kalau perlu sampai lupa tanggal.

Terus aja gitu,
sampai mampus
dikoyak-koyak sepi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s