Terapi Antisedih

Bayangkan kamu mampir ke terapis, mengisi formulir pendaftaran, gugup di sofa dinginnya memikirkan belasan kemungkinan skenario percakapan, berbasa-basi “selamat sore” dan “apa kabar”, lalu akhirnya memberanikan diri bersumpah atas nama Tuhan dan semua benda yang bercahaya, “Bu Dokter, saya tidak mau merasakan sedih lagi.”

Dia tersenyum manggut-manggut, menuliskan sesuatu di jurnalnya. Kalimat pertama diagnosisku. Melihat air mukanya, kamu merasa adalah pasien kesekian ratus yang meminta kesedihannya ‘diobati’, atau setidaknya disimpan, dalam brankas baja dengan kombinasi angka desimal bilangan pi.

“Ketakutan terbesar saya adalah merasa sedih.”

“Tapi sedih itu wajar. Sehat. Manusiawi. Mereka berkontribusi kepada semua ingatan dan pengalaman yang membentuk karaktermu sampai saat ini.”

Ah, dasar psikiater. Pertanyaannya susah semua. Bahkan yang barusan bukan pertanyaan, tapi untuk menanggapinya aku harus memeras otak mendefinisikan ulang “sedih”.

“Rasa sedih itu mengganggu, Dok. Saya jadi malas makan dan pusing, paket internet saya habis untuk telepon teman dekat yang sekarang di Jawa Tengah, PR-PR tidak bisa dikerjakan, dan besoknya saya akan menyesal habis-habisan begitu ingat seharian kemarin saya cuma duduk di kasur.”

“Menurutmu obatnya apa?”

“Apa kek yang langsung ke saraf. Pil, mungkin. Satu butir sehari. Tiga, kalau sedang PMS. Lima, kalau sedang ada masalah sama orang-orang terdekat saya.”

Dokter mengangkat bahunya. “Baik,” dia segera menuliskan 30 butir antidepresan di secarik kertas resep. Secepat itu? Benar-benar memuaskan. Dan awalnya kukira merajuk dokter ini untuk sebotol pil adalah bagian tersulit sesi konsultasi ini.

Jika kamu adalah si pasien, akankah kamu menggunakan obatnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s