Berikan Aku 10 Programmer, Dua Minggu Kelar

screenshot-www facebook com 2014-06-12 22-57-35Saya pikir saya akan apatis terhadap Pemilu Presiden kali ini. Tapi ternyata pernyataan Pak Jokowi di debat capres kemarin bikin saya geli juga untuk komentar.

P.S.: Jepretan-layar ini diambil pake add-on Firefox yang namanya Nimbus Screen Capture. Bagus banget deh fiturnya.

Versi Teks


Yor, menurutku sih kalau ada uang jajan yang cukup, para /software engineer/ juga bakal mau dan bisa kok ngelakuin proyek-proyek Roro Jonggrang. Untuk desain dan arsitektur, sebenarnya kita tinggal studi banding ke negara-negara Eropa dan nyontek sistem punya mereka. (Ngapain riset dari awal lagi kalau udah ada contoh yang terbukti berhasil?)

Aku terlibat dalam pembuatan http://satulayanan.net/, portal eGovernment di Indonesia. Situs itu dibuat supaya orang yang mau cari informasi layanan pemerintahan — misalnya alur pembuatan paspor, surat nikah, visa — bisa dapat informasi resmi dari kementerian/lembaga yang menanganinya, bukan dari blog orang; selain itu, supaya biaya dan alur administrasinya transparan dan masyarakat bisa protes kalau ada lembaga yang mempersulit pemrosesan dokumen. Dan, cuma butuh dua /programmer/ dalam waktu dua minggu kok untuk bikinnya.

(Edit: Dua minggu itu pun dibikin waktu aku dan temenku masih tingkat tiga, masih cupu-cupunya, dengan jam kerja Senin-Jumat sembilan-empat, pula diselingi FB-an dan 9GAG-an. Aku yakin ada banyak banget orang-orang yang lebih jago dari kami — e.g. orang-orang Indonesia yang sekolah di MIT/Caltech/UCM, dan kalau mereka terpanggil untuk melayani Indonesia di pengembangan e-gov secara serius, sistem yang mereka buat akan bisa jauh lebih cepat, lebih aman, lebih /scalable/, serta lebih nyaman dan mudah dipakai oleh masyarakat awam.)

Tepat seperti yang Kang Tizar bilang, sebenarnya teknologinya sudah tersedia dan siap diimplementasikan, bahkan sudah berhasil diterapkan di negara-negara lain; yang susah (banget) itu adalah membuat orang-orang Indonesia mau mengadopsi teknologi itu. Intinya, /media literacy/ harus digalakkan.

Masalah lain adalah infrastruktur komunikasi kita. Operator telepon dan penyedia layanan internet (ISP) harus bersinergi untuk melingkupi seluruh daerah, harus bekerja sama dalam /roaming/ sehingga tidak ada lagi /blank spot/ di Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang mengembangkan sebuah proyek ambisius, “Palapa Ring”, pembuatan jaringan infrastruktur komunikasi berupa serat optik sepanjang 77.000 km seharga 4 triliun. Sayang sekali, semua dananya adalah hasil patungan operator telekomunikasi di Indonesia, dan sama sekali tidak dibantu oleh APBN. (Saya gak banyak tahu sampai mana perkembangan Palapa Ring saat ini, sih.)

Untuk mewujudkan /e-government/, peran pemerintah harusnya tidak hanya sebagai regulator, tapi juga pemicu untuk lompatan-lompatan teknologi; harusnya bukan fokus nentuin situs-situs mana yang diblok, tapi investasi untuk membangun infrastruktur yang solid, mengajarkan kemelekan teknologi kepada masyarakat, dan menerapkan transparansi birokrasi untuk seluruh tingkat pemerintahan. Saya janji bakal fokus kepada hal-hal itu kalau jadi Menteri Kominfo nanti.

Jadi, yah, /e-gov/ yang dalam dua minggu selesai itu fisibel kok. Masalahnya, rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke mau make dan tau cara makenya gak? Hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s