Bahasa Indonesia untuk Dunia

Dengan hampir 300 juta penutur di seluruh dunia, bahasa Indonesia adalah bahasa keenam yang paling banyak digunakan. Ada berbagai cara untuk membuat bahasa Indonesia makin dikenal dunia, antara lain dengan berkontribusi dalam pembuatan artikel di Wikipedia dan—yang lagi ngetren—jadi kontributor di Duolingo.

Duolingo adalah sebuah situs gratis untuk pembelajaran bahasa. Saat ini, situs ini digunakan oleh 10 juta orang untuk belajar bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, Italia, dan Prancis. Aplikasi Androidnya, menjadi aplikasi nomor wahid dalam kategori pendidikan di Google Play.

Situs ini juga membuka kesempatan bagi para kontributor yang punya kecakapan dwibahasa untuk menjadi pembuat kurikulum pembelajaran. Kita tinggal memberikan esai singkat, dalam bahasa Inggris, yang berisi kenapa kita ingin menjadi kontributornya.

Jadi, bagi rekan-rekan yang cinta bahasa dan budaya Indonesia serta ingin menyampaikan kecintaan itu kepada dunia, bisa banget lho kalo mau daftar jadi kontributornya.

Berikut esai yang saya kirim, semoga bisa membantu memberi ilham kalau ada yang berminat.

Being the fourth most populous nation in the world, Indonesia once had difficulty picking out a lingua franca that would unite the tribes and provinces of Indonesian archipelago, whose number of (sub-)languages reached 546—yes, you read it right: there are more than 300 ethnic groups in Indonesia.

Our founding fathers then made a branch of Malayan, restructured the grammar and added vocabularies to formulate Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia was designed by academicians, rather than evolving naturally. It is designed to be a casual, daily-communication language for quick idea and expression exchange; it trades off compactness for a loose-and-easy grammar.

Today, of Indonesia’s large population, the number of people who speak Indonesian fluently is fast approaching 100%, making Indonesian one of the most widely spoken languages in the world.

That fact proves bahasa Indonesia has been successful of uniting Indonesia. ASEAN then follow to make it ASEAN’s lingua franca besides English. After all, that is what language is for: connecting people.

I wish to bring that spirit of unification to the world.

(Yet, besides bahasa Indonesia, most Indonesians are able to speak another regional language. I speak Javanese and Bataknese, from my mother and father, respectively. And, no, they’re not variants of each other. Each language in Indonesia has its own entirely unique grammar and vocabulary, some of which are richer than bahasa Indonesia itself.)

One thought on “Bahasa Indonesia untuk Dunia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s