Credit to Brute_ua@deviantart

BeriBuku.org

Malam itu Anggara Manis, pukul sepuluh. Saking bosannya berkutat dengan proyek pribadi di kamar, saya memutuskan untuk makan sendiri di luar. Ya, beberapa kali dalam sebulan, saya melakukan yang namanya jalan-jalan sendirian, sebuah ritual yang dilakukan untuk wadah mawas diri dan sarana mengenal diri sendiri lebih dalam lagi. Kali ini, tempat tujuan saya adalah M*D Dago.

EH KETEMU ODE!😀

Ode tidak sendiri. Dia bersama dua temannya, Inggrit dan Topan. Para petinggi Kabinet Pelita Muda ITB ini nongkrong di M*D Dago untuk sebuah alasan: ngejar bikin proposal buat diikutin Pekan Kreativitas Mahasiswa.

Ceritanya nih, mereka juga baru malam itu mau mulai mikir mau bikin apa. Berhubung saya kenal dekat dengan Ode — dan, bersama Ardhin, sempat ngebajak personanya dengan epik melalui halaman Facebook Laode4Kakong yang sempat menggemparkan ITB — dan sedang senggang, jadinya saya ikut jadi anggota keempat deh.

Singkat cerita, setelah berjam-jam memikirkan berbagai jenis “kreativitas”, termasuk lampu putar wayang dan alarm beraroma kentut, kami menjangkarkan proposal kami kepada sebuah ide dari Topan: sebuah platform berbentuk situs portal untuk memudahkan orang menyumbangkan dan mendapatkan buku.

Saya langsung setuju, soalnya konsep yang diajukan Topan mirip dengan  topik skripsi saya. Karena saya juga sudah punya konsep yang cukup kuat dengan sistem informasi semacam ini, Topan dan saya langsung nyambung dalam menjelaskan konsep ini ke Ode dan Inggrit.

Singkat cerita, saya jadi ilustrator mock-up-nya. (Klik gambarnya kalo mau memperbesar.)

appberibuku

beribuku_pilih_donasi

Berikut adalah abstraksi dari karya yang kami ajukan:

RINGKASAN

Belum meratanya pendidikan, masih sangat dirasakan oleh masyarakat daerah-daerah terpencil di berbagai pelosok Indonesia. Kesenjangan tersebut tentunya akan menghambat Indonesia dalam menyelesaikan berbagai permasalahan lainnya seperti kemiskinan, perekonomian, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini, kami berusaha berkontribusi untuk meningkatkan pemerataan pendidikan di Indonesia. Kami mengambil fokus pada satu aspek yang tidak bisa terpisahkan dari pendidikan itu sendiri, yaitu buku, yang merupakan jendela ilmu pengetahuan.

Realitanya, ketersediaan buku di daerah-daerah terpencil sangat berbeda dengan di kota-kota besar. Ketika masyarakat kota besar dapat dengan mudah mendapatkan berbagai macam buku, di daerah-daerah terpencil bahkan buku pelajaran sekolah pun susah didapatkan. Hal tersebut berpengaruh pada minat baca dan motivasi belajar masyarakat. Di kota besar, minat dan motivasi baca masyarakat lebih besar dibandingkan dengan masyarakat di kota kecil atau di daerah. Tingkat ketersediaan buku yang rendah di daerah terpencil berakibat pada rendahnya minat baca dan motivasi belajar masyarakat di daerah tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami membuat sistem terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi, yang mempermudah mekanisme berbagi buku. Terdapat dua objek dari program ini yaitu masyarakat yang memiliki buku-buku dan tentunya masyarakat yang memiliki kebutuhan akan buku. Masyarakat yang memiliki buku akan didorong untuk menyumbangkan sebagian bukunya kepada yang membutuhkan, sedangkan masyarakat yang membutuhkan buku akan dibantu untuk memenuhi kebutuhan bukunya. Sistem ini juga membuka kesempatan partisipasi seluas-luasnya bagi semua orang, untuk turut menyukseskan program ini dengan menjadi perantara yang dapat menyampaikan kebutuhan buku di suatu daerah. Sistem yang diterapkan dalam program ini mengangkat salah satu karakter bangsa Indonesia yaitu gotong-royong.

Terdapat beberapa luaran yang akan dihasilkan dari program ini yaitu sistem yang mempermudah semua orang dalam menyumbangkan buku dan mengajukan permintaan akan kebutuhan buku, sistem pencocokan kebutuhan dan ketersediaan buku, sistem distribusi buku yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, serta portal interaktif berbentuk website ( http://www.beribuku.org ) dan aplikasi mobile beribuku yang mudah digunakan oleh semua orang terutama yang tinggal di kota besar. Luaran tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan budaya berbagi buku dan budaya membaca.

Kata kunci: website beribuku.org, aplikasi mobile beribuku, portal interaktif, pemerataan pendidikan, budaya berbagi buku, budaya membaca, minat baca, motivasi belajar.


addendum

I do feel that Inggrit and I have this special connection. After tens of minutes conversing in our first meet, we had been already comfortable with each other. She told me about her need of reading materials regarding her thesis on introversion and extraversion in business.

Maybe I have not told you, but at any given time, there is always a book in my bag — besides textbooks. This habit has helped me surviving several lethal boredom from long waits such as tardy pals and traffic jams. That day, the book in my reading queue was Susan Cain’s Quiet. Straight away, I pulled it off from my bag and showed it to her, You will be very interested in this book.” She cried amusedly, “I read that too!” Whoa, I had expected that only about 0.5% of the people in my social circle read this book. Yet, my encounter with her proves that coincidence does exist. Then while brainstorming for the PKM, we talked over how Susan’s had changed our whole perspective of introversion, and slightly despise the extraverts.

The next day, while our team were again brainstorming, she and I found out that both us are hard fans of L’Arc~en~Ciel, and knew the lyrics by heart. So we sang Link and some other songs together.

ADDITION: 28 November 2013, when VAMPS came to Indonesia for a tour — yes, where Hyde was a guest in Bukan Empat Mata, Inggrit got me free tickets to watch the live gig at Senayan the next day. We were excited at first to see Hyde and planned to go together, but hours later we cancelled our going, because… it’s VAMPS. Even though Hyde was on it, we know none of VAMPS’ songs. We realised that it’s L’Arc~en~Ciel as a whole that we love, and not the individuals of the members. Still, it was a very nice gesture of her to count me in for the gig.

And, no, after introspecting for several hours, I’m sure that the chemistry between us has been strictly platonic love of friendship and not romantic love.

One thought on “BeriBuku.org”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s