Beribuku.org Website Concept

Klien: Kelompok Pekan Kreativitas Mahasiswa saya:

  1. Topan Eko Raharjo, mantan kahim Himatika dan satu-satunya pengguna Hackintosh di laptop berlayar 3:4 yang saya tahu;
  2. Laode Arridho, mantan idola Kampus Ganesha yang pertama kali ngasih tau saya kalo ada cahkwe enak jam 4 pagi di Simpang Dago;
  3. Fawziani Inggrita Agniputri, yang ngasih tiket gig show VAMPS gratis, walau akhirnya kami berdua gak jadi nonton;
  4. dan saya sendiri, pencilan non-kabinet Pelita Muda yang kebetulan main ke McD pas mereka lagi curah ide (= brainstorming) buat PKM.

Trivia: di bulan November 2013, tiga dari empat anggota tim ini ponselnya hilang semua. Ponselnya Topan juga hilang sih, tapi bulan sebelumnya.


Ini halaman depannya! Latar belakang dan desain sistemnya ada di kiriman saya yang lainnya.

berbuk

“Semua masalah terlihat mudah ketika sudah diselesaikan, Watson.”

Ya, ya, ya, ya. Begitu juga dengan desain sesederhana ini. Di balik “Halah, cuma satu halaman kayak gitu aja.” terkandung belasan jam riset dan analisis tentang alur kerja sistem dan kenyamanan pengguna situs. (Halaman-halaman lainnya dari situs ini disembunyikan karena selain masih berupa wireframe, bahaya ‘kan kalo idenya kamu ambil.)

Selain menentukan “elemen desain apa harus diletakkan di mana”, seorang UX engineer juga harus menentukan alur interaksi — “Kalo user ngeklik tombol ini, dia akan diarahkan ke mana?”, “Kalo user mau melakukan aksi ini, berapa kali klik yang harus dia lakukan?”, “Mana aja informasi yang penting dan harus diempasiskan tampilannya?”, “Mana aja informasi kurang penting yang harus disembunyikan agar tidak mengganggu mata?”

Sebelumnya, mari cerita tentang logo. Awalnya, dari curah ide pertama, nama portal penyumbangan buku ini adalah KasihBuku.com. Berhubung saya desainer grafisnya, saya berhak — bertanggung jawab sih, tepatnya — untuk menentukan seluruh elemen visual portal ini.

Sejam bereksperimen dan corat-coret, ketemulah…

kasihbuku

Namun, di hari selanjutnya, Inggrit tidak setuju dengan konsep warnanya, dan ingin merubah nama portalnya. “Terlalu feminin,” katanya. Waduh… Justru satu-satunya anggota cewek di tim bilang ini terlalu feminin. Setelah curah ide lagi, diputuskanlah BeriBuku.org untuk menjadi nama portalnya. Juga, warna logonya diganti.

berbuk

Sekarang, kembali lagi ke halaman depan situs…

Saya malas menjelaskan proses penanakan idenya dari awal sampai akhir. Pokoknya, halaman depan ini dirancang agar foolproof, cukup sederhana agar orang yang baru pertama kali mampir ke situs tidak kebingungan, tapi cukup informatif agar orang yang sudah jadi pelanggan-tetap bisa punya cukup banyak pilihan navigasi untuk melakukan aksi selanjutnya.

Desain sistem informasi + desain interaksi pengguna + desain visual + ngoding backend. Dagnabbit… A UX engineer has to got skill.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s