gamechanics

Notula Kunci Seminar Gamechanics 2013

Lolly Amalia Abdullah – ARAH DAN STRATEGI GAME INDONESIA (.pdf)
Saat orang mendengar kata “game”, konotasi apa yang terpikir? Bagaimana cara memasarkan game yang dikembangkan oleh Indonesia?

  • Kesulitan para pengembang aplikasi di Indonesia adalah bahwa mereka kebingungan bagaimana cara monetizing.
  • Budaya kita masih seneng punya orang, belum seneng punya sendiri.
  • Kita harus memberikan ruang gerak untuk para developer. Kita harus memberikan pinjaman modal dan memberikan mereka laboratorium untuk bisa mengembangkan karya mereka.
  • Kita dianggap tidak mampu saat kita dianggap salah.

Misalnya, kementerian pariwisata bisa saja membuat game yang menunjukkan peta Indonesia dengan potensi-potensi wisata yang terkandung di dalamnya. Kita bisa membuat berbagai mini-game yang menunjukkan kekhasan wisata masing-masing pulau. Misalnya, dengan setting Raja Ampat, kita bisa membuat game yang membuat orang memotret ikan-ikan dan terumbu karang indah. Di salah satu pantai Indonesia, kita bisa membuat game bertema selancar.

@eNugroho – WARNA BARU GAME INDONESIA (.pdf)

  • Dunia game bergerak ke dunia sosial
  • Penetrasi smartphone di Indonesia mencapai 30%. Artinya? Pasar sudah ada di Indonesia. Sekarang tergantung bagaimana orang-orang kita bisa masuk ke pasar yang tersedia dan mengambil kesempatan.
  • Bagaimana cara supaya game kita bisa membuka pasar, dengan konsep yang Indonesia banget?
  • Ada game yang mengajarkan bagaimana cara bikin keris. Bisa ditiru tuh!
  • Ada game yang mengangkat tema Dating Sims dengan karakter-karakter di dalamnya adalah berbagai jenis orang Indonesia dengan kepribadian daerah masing-masing.

Untuk itulah, Telkom mengembangkan sebuah inkubator untuk perkembangan game Indonesia. Mulai tahun ini, Indigo Incubator dikembangkan.

Telkom juga ingin menjawab pertanyaan: gimana sih cara mudah untuk membayar game?

Telkom mengembangkan sebuah portal pembayaran yang membuat orang bisa dengan mudah membeli game, in-game purchase, dan menukarkan mata uang game dengan rupiah. Nantinya, mungkin kita bisa menggunakan pulsa telepon untuk membeli koin dalam permainan.

  • Bagaimana cara membuat orang menggunakan produk kita?
  • Bagaimana kita bisa mendapat perhatian orang lain?

Salah satu strategi yang bisa ditiru adalah strateginya Dropbox. Pertama, dia membuat mock-up dulu (purwarupa, prototype). Kemudian, mereka mengumpulkan peminat dan investor. Kemudian, barulah mereka membuat produknya. Dengan cara ini, kita tidak perlu khawatir soal pendanaan.

Produk Indonesia kurang laku dijual karena kemasannya kurang maksimal. Salah satu perusahaan game di Bandung, NightSpade, awalnya berantakan karena gamenya tidak banyak terjual. Kemudian, kami meminta mereka memasukkan orang-orang pemasaran ke dalam tim mereka. Sekarang perusahaan mereka berkembang lebih baik.

Cahyana Ahmadjayadi – GAME INDONESIA: SOFTPOWER IN A GLOBAL COMPETITION (.pdf)

Ada dua fungsi game: hiburan dan Informasi. Game yang memberikan informasi disebut dengan serious game.

Gimana kalau perancangan APBN dibikin game, terus di tengah-tengah gamenya dimasukin pesan untuk tidak mencuri? Kemudian kita mengharuskan para anggota dewan untuk memainkan game tersebut dan mendapatkan skor minimum. Kita harus bisa menyusun materi-materi dalam buku-buku tebal manajemen negara sehingga bisa menjadi relevan dengan permainan.

Ada yang namanya soft powerSoft power tidak lagi menggunakan daya paksa untuk memengaruhi orang lain, tetapi menggunakan hal-hal kultural dan menarik untuk merampok perhatian orang lain. Waktu saya ke Jepang, di setiap toko-toko musik, pasti ada satu lantai yang didedikasikan khusus untuk K-Pop. Jepang melawan ini dengan mengeluarkaan J-Cool. Budaya Jepang dikemas dan dikirimkan ke luar melalui manga dan anime.

Kita harus mengambil budaya dari negeri kita, kemudian menambahkan coolness ke dalamnya. Ambil contoh Anggun C. Sasmi. Siapa sih orang Eropa yang tidak tahu Anggun C. Sasmi? Snow of the Sahara. Kenapa tidak kita ambil Anggun sebagai model, kemudian membuat karikaturnya, lalu buat konsep game yang keren, lalu pasarkan ke seluruh dunia?

“Saya dulu suka sekali dengan koleksi perangko. Saya adalah ketua sebuah perkumpulan filateli,” Pak Cahya, “tapi banyaknya orang yang memilih menggunakan e-mail sekarang sudah mempersulit kami mengumpulkan perangko. Untungnya, sekarang perangko itu sudah bisa dimasukin game, (gak tau ini merujuk ke aplikasi apa, red) jadi saya bisa kembali menikmati hobi saya lagi.

THE ROLE OF GAME AND DIGITAL MEDIA IN HRD

Kubik berdiri sejak 1999 dan menjadi perusahaan manajemen pelatihan bagi karyawan-karyawan perusahaan. Kalau game itu menyelesaikan masalah, orang akan beli, berapapun itu

Kubik membuat board game pertama mereka. Orang tua bahkan bisa menikmatinya. Engagement setelah pelatihan tinggi, para peserta masih ingat materi, bahkan hingga tiga bulan setelahnya.

(Materi ini cepat dan padat sekali, saya gak sempat ngejar soalnya cuma nulis di kertas. Pokoknya tentang gimana Kubik, sebuah perusahaan jasa training, bisa memotivasi dan membangun softskill karyawan melalui game mereka.)

Abang Edwin Syarif Agustin – SOCIAL MEDIA AND SOCIAL GAME: HOW THEY WORK MUTUALLY (.pdf)

 Social media menggunakan game untk mendapatkan loyalti, melalui gamification. Contoh yang bisa ditemui adalah pada FourSquare yang menggunakan berbagai badge bagi penggunanya untuk menjadi bahan pamer.

Game berkembang dari face-to-face menjadi di balik layar.

Social game using social media as a platform. Untuk mendapatkan userbase, game yang baru masuk pasar akan menggunakan komunitas pengguna yang sudah ada sebagai pemain.

Seberapa besar sih dunia social gaming?
– Ada 300 juta pengguna aktif tiap bulannya
– Ada 6 milliar dolar (60 triliun) yang dihabiskan untuk membeli barang maya

Siapa aja sih yang main social games?
– Lebih dari 50%-nya berumur 40 tahun ke atas.
– Rata-rata, pemain social game adalah wanita berumur 43 tahun.
– 76% menggunakan desktop untuk memainkan social game
– 83% menggunakan Facebook untuk bermain game

Masa Depan Social Game
– Facebook akan tetap menjadi tempat #1 untuk social game
– Social game akan makin mirip dengan video game tradisional
– Makin banyaknya persaingan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s