sxcsummit

StudentXCEOs ITB: Ajang Bicara Pakar Usaha

Special tribute to Restu Banowati, who, despite being the one inviting me to join SxCSummit, unfortunately got sick and couldn’t attend the D-day of SxCSummit.

StudentsxCEOs is a revolutionary platform for selected students from reputable university in Indonesia meeting the prominent player in business and industries.

~ Deskripsi dari SxC Indonesia di blog resmi mereka.

Sabtu, 9 Desember 2012, setelah mengurus izin untuk bolos Rapat Anggota Asrama Bumi Ganesha (yoi, di mana lagi ada asrama yang punya organisasi sekeren BG?), saya menuju Aula Timur ITB untuk bersiap jadi operator. Dengan 100+ jam terbang dan kepercayaan diri bahwa sayalah salah satu dari 5 operator terbaik di ITB—walau kenyataannya selama beberapa jam pas hari-H ada pemadaman listrik dari ITB yang bikin konsentrasi buyar, duh!—saya meletakkan C’est Azul di meja operator.

Jam 8 hari itu, SxC Summit pertama di ITB dilaksanakan. Berikut adalah rangkuman beberapa pembicaraan hebat dari para Chief Executive Officer yang diundang oleh para panitia yang hebat pula. Di masing-masing rangkuman, ada tautan menuju berkas .PPT yang dibawakan mereka saat presentasi.


Sesi CEO Talks


Sepuluh pemimpin perusahaan ternama di Indonesia membagikan kisah mereka. Tidak ada sesi tanya jawab. Tanya jawab antara peserta dan CEO akan dilakukan di saat rehat makan siang, supaya suasananya lebih santai.

1. Hasnul Suhaimi, XL Axiata (salindia)

Globalisasi menuntut bisnis yang makin terkait, perubahan yang semakin cepat, dan pelaku bisnis yang makin kreatif. Tantangan untuk memenuhi hal itu adalah ketersediaan sumber daya manusia yang mencukupi. Para CEO Asia Pasifik mengemukakan, kekhawatiran tertinggi akan hambatan globalisasi adalah tersedianya key skills pada SDM, yang salah satunya adalah kepemimpinan.

Dalam kasus studi pemasaran XL, kepemimpinan ditunjukkan dengan baik. Mulai dari perancangan rencana yang visioner, keterampilan eksekusi teknis, sampai kontribusi bagi masyarakat, seluruhnya merupakan tanggung jawab pemimpin. Bagaimana cara mendapatkan kepemimpinan yang dibutuhkan di masa globalisasi ini? Kombinasi PQ, IQ, EQ, dan SQ adalah jawabannya.

Kepemimpinan yang baik ditandai dengan visi yang jelas, strategi  yang tepat  dan kemampuan eksekusi yang prima hingga menghasilkan  yang terbaik,  tidak hanya bagi institusi dan karyawannya, namun yang lebih utama bagi masyarakat dan negara.
~ Hasnul Suhaimi

2. Arwin Rasyid, CIMB Niaga (salindia)

Untuk meniti jenjang karir di dunia yang bersaing ketat ini, kita butuh strategi. Menurut Michael Porter,

The essence of strategy is choosing to perform activities differently than rivals do. Competitive strategy is about being different. It means deliberately choosing a different set of activities to deliver a unique mix of value.
~ Profesor Michael Porter, Harvard Business Review 1996

Akan tetapi, strategi bukan segalanya.

Successful leadership is a potent combination of strategy and character. But if you must be without one, be without strategy!
~ Jenderal Norman Schwarzkopf

Selama 32 tahun karir beliau sejak menjadi staf pengajar di UI, menjadi wakil ketua BPPN, Dirut Bank Danamon, Dirut Bank BNI, Dirut Telkom, hingga jadi Dirut CIMB Niaga, ada enam butir kristal hidup yang beliau sampaikan

  • Open-minded and ready to change
  • Miliki karakter manusia pembelajar
  • You don’t know what you don’t know
  • Kejarlah prestasi, bukan jabatan
  • Dahulukan tidur enak, baru makan enak
  • Jadilah manusia yang pandai bersyukur

3. Jodjana Jody, Auto 2000 (salindia)

Sebagai sebuah perusahaan jasa layanan, Auto 2000 sangat mementingkan kenyamanan pelanggan. Ada budaya dan nilai yang selalu mereka terapkan dalam memanjakan pelanggan.

jody1
jody2


4. Joseph Bataona, Danamon Indonesia (salindia)

Meniti karir kepemimpinan dimulai dari mengubah pandangan kita terhadap diri sendiri. Kamu adalah kamu. Pak Joseph punya semboyan wasiat dan keramat: Be yourself. Everyone is created unique. You don’t have to copy others. Be yourself, but better everyday.

Ada tiga pokok pikiran yang diwejangkan Pak Joseph kepada para calon pemimpin bangsa ini:

  1. International Exposure. Raih momen yang tepat. Lakukan yang terbaik, bahkan kalau perlu, melebihi standar minimum yang dibutuhkan. Siapa tahu waktu kamu melakukan melebihi batas, ada seorang yang melihat kerjamu dan merekomendasikanmu. Kalaupun belum ada yang melihat talentamu, lakukan pekerjaan ekstra itu sebagai ibadah. (I believe he refers to the teaching of do the extra mile).
  2. HR Transformation. Tahun 2010 lalu, Pak Joseph mendapat Asia Best Employer Brand Award, yang memberikan kepada perusahaan yang (1) create a culture of contribution and innovation at work; (2) believe in consistent improvement in Human Resources Policy by measuring organizational health; (3) being a social employer; dan (4) developing a future leader. Kualitas seperti itulah yang harusnya ada di perusahaan Indonesia.
  3. Integrity. Lawan kata dari hipocrisy ini harus benar-benar diterapkan oleh pelaku dan pekerja bisnis di Indonesia. Integritas adalah conditio sine qua non: sesuatu yang, tidak boleh tidak, harus dilakukan.

5. Bowo Wicaksono, Narada Kapital (salindia)

Industri reksadana (pengumpulan dan pengelolaan investasi) termasuk masih muda di Indonesia. Padahal, industri ini diminati oleh banyak pelaku pasar dan investor luar dan lokal karena potensi pasar modal di Indonesia cukup besar. Jumlah kelas menengah Indonesia di tahun 2012 ada sekitar 135 juta penduduk, sementara kelas atas Indonesia banyak yang termasuk dalam 20 pengusaha terkaya di Indonesia.

popugdp

Krisis 1997 memberi pelajaran bagi Indonesia untuk memiliki sumber daya jangka panjang, untuk mengurangi risiko liability-mismatch karena sumber biaya hanya terkonsentrasi dari sektor perbankan. Karena itulah, investasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Di bidang reksa dana, potensi Indonesia masih sangat bisa digali.

6. Mardi Wu, Nutrifood Indonesia (salindia)

Penelitian pada tahun 2011 oleh IMF (Berg, Ostry) menemukan hubungan kuat antara lower level of inequality dan sustained economic growth. Makin besar kesetaraan antar pelaku usaha di berbagai tingkat, makin kokoh pertumbuhan ekonomi usaha itu.

cocreation
I’m fond of how this image contains “Firefox” and not “Chrome”. Fifa Aurora!

Antara dua ekstrem—kepentingan perusahaan dan kepentingan masyarakat, harus ada jembatan yang menghubungkan keduanya. Mardi Wu menyebutnya co-creation. Tujuan perusahaan harusnya adalah memberikan nilai bersama (shared value), bukan hanya mencari keuntungan. Hal tersebut akan pertumbuhan inovasi dan produktivitas ekonomi global.

Perhaps most important of all, learning how to create shared value is our best chance to legitimize business again.
~M. Porter (HBR, 2011)

Oh, dan kenapa Nutrisari lebih memilih mengembangkan kemasan sachet ketimbang produk botol siap-minum? Karena Nutrisari sachet telah dikenal luas oleh masyarakat DAN dapat dipakai oleh para pedagang kaki lima untuk mendapat keuntungan dengan memberi nilai tambah (i.e. diseduh dulu, terus dikasih es batu). Selain itu, lanjut Mardi Wu, penyimpanan dalam bentuk serbuk kering lebih menjaga kualitas ketimbang dalam bentuk cair.

7. Anindya Bakrie, Viva Group (salindia)

Sebelum acara, saya menyempatkan diri mempelajari seluruh berkas presentasi para CEO, supaya bisa mengganti layar secara sinkron dengan omongan mereka. Namun, Pak Anin tidak memberikan materi yang sama dengan isi salindia saat berbicara di depan.

Beliau menceritakan kisah tentang perusahaan warisan ayahnya yang besar dan bagaimana cara merawatnya. Beliau mengaku, yang diwariskan dari ayahnya (busway, mau lihat blog Pak ABR?) bukanlah aset, melainkan hutang. Sejak ayahnya menjadi ketua umum DPP Partai Golongan Karya, seluruh usaha keluarga dipegang oleh beliau dan kedua adiknya. Syukurnya, beliau telah dididik sejak kecil untuk mengelola aset perusahaan.

Bagaimanapun, salindia dari Viva Group adalah salindia yang komprehensif, informatif, dan sangat saya sarankan untuk dibaca.

8. Luthfi Mardiansyah, Novartis Indonesia (salindia)

Novartis adalah perusahaan farmasi terbesar di dunia saat ini. Novartis memberikan pelayanan di berbagai bidang, mulai dari obat-obatan* hingga vaksin dan diagnosis pasien. Novartis punya komitmen untuk menjadi terdepan dalam inovasi dan pemberdayaan warga perusahaan. Berdasar gambar di bawah ini, mereka menepatinya.

*Tunggu, aneh ya? Maksud saya obat beneran.novartisup

Potensi produk kesehatan di Indonesia tidak kalah besar ketimbang potensi industri lainnya. Indonesia’s pharmacautical market was valued at around USD 5,1 bn with double digit growth. (Someone, please humanize this statistic—compare it with some other thing we understand?)

9. Sulistyo Wimbo, PT KAI Indonesia (salindia EPIK)

Menurut analisis Global Competitiveness Report, peringkat Indonesia turun dari 44 di 2010-2011, 46 di 2011-2012, lalu 50 di 2013-2013. Salah satu yang menjadi masalah negeri ini adalah infrastruktur. Ya, dengan 17.000 pulau dan sarana transportasi yang minim, pantas saja Pak Habibie, walaupun sebenarnya tidak bercita-cita menjadi insinyur pesawat, tetap kuliah S3 di Jerman untuk kembali dan membangun Indonesia.

daya-saing-infrastruktur
Apalagi, kerugian karena macet Jakarta sudah membengkak sedemikian hebat, dari yang awalnya 8,3 triliun pada 2002 menjadi 27,76 triliun pada 2008. Ngomong-ngomong, APBD Jakarta tahun 2008 adalah 20,59 triliun. Dukungan besar saya sampaikan pada pasangan baru Jokohok. Semoga bisa mengelola Jakarta dengan lebih baik ya, Pak.😀

10. Herianto, SKHA Consulting (salindia)

Naikkan kemungkinanmu untuk menjadi pemimpin bisnis dunia!

What is a business leader? Person who is trusted by shareholder or investor to handle significant investment or asset and able to lead big-size organization with track record to create business value.
~SKHA

Untuk menjadi seorang pencilan di kalangan orang-orang yang mengaku “pemimpin bisnis”, kamu harus punya 10.000 jam terbang di bidang keahlian yang fokus dan melakukan latihan terus-menerus bertambah sulit.

Dengan umur 20-23 saat ini, kita masih punya 4 periode 5.000 jam sebelum umur kita 40 tahun. Harusnya, kita bisa memilih 2 bidang lagi untuk digeluti dan dikuasai. Dalam bidang bisnis, kita boleh-boleh saja berganti perusahaan, tetapi harus tetap fokus di bidang tertentu untuk menjadi pakar.

Sehingga, untuk mempersiapkan diri kita menjadi pemimpin dunia, ini langkah-langkah yang diberikan oleh Pak Herianto:

  1. Siapkan mental dan motivasi.
  2. Rencanakan 10.000 jam-mu. Revisi tiap tahun. Revisi besar tiap 5 tahun.
  3. Punyai pengalaman kerja di lingkungan yang beragam.
  4. Bangun rekam jejak kredibilitas yang baik dalam memberikan nilai bisnis.
  5. Perlengkapi diri dengan kecakapan dasar: sensitif terhadap bahasa dan budaya, mengerti teknologi, mengerti pemecahan masalah rumit, serta miliki pengetahuan di bidang manajemen dan bisnis.
  6. Cari mentor yang bagus dan kuat. Pemenang akan menarik pemenang lainnya.

Ya, sekian dulu rangkuman acara SxC Summit tahun ini. Sesungguhnya ada sebuah sesi lagi yang sangat menarik saya, yaitu sesi lokakarya. Waktu itu, saya mengambil lokakarya untuk materi teamwork. Uniknya, si Bapak ini adalah seorang CEO majalah di Auto2000, dan waktu kami diminta untuk mencari tim per dua orang, rekan yang saya dapat adalah seorang CEO majalah di Himpunan Mahasiswa Mesin ITS. Haha. Me too. Lokakarya ini sungguh epik. Terima kasih pada

Karena selama acara kode busananya adalah batik, maka sebagai orang yang punya kendali penuh atas multimedia dan musik latar, sewaktu istirahat saya nyetel sesuatu yang “berbatik” sekaligus “berkelas”: Bossanova Jawa. Selain pembicaraan dari para CEO dan sesi lokakarya, ada juga Idea Pitching Competition, yang memberikan waktu kepada ide-ide bisnis dan sosial terbaik untuk disampaikan di depan para juri. Malamnya, ada juga Gala Dinner yang bikin perut saya kekenyangan.

P.S.: Beberapa log, termasuk yang satu ini, baru sempat ditulis setelah saya berhasil bertahan dari kiamatnya suku Maya. Supaya persebaran tanggal log saya lebih bagus, beberapa log saya kasih tanggal yang “seharusnya”. Jangan marah. Ini, supaya kamu tidak marah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s