Open Government Indonesia: Demokrasi Butuh Partisipasi

Kamis (30/08) lalu, ada peluncuran lunak situs web Satu Layanan yang dicanangkan oleh Unit Kegiatan Presiden. Saya, sebagai salah satu programmernya, juga diundang untuk hadir. :3

“Okelah, sekalian bawa kotak makan yang kosong.”

Jam 2 siang, sampai juga di depan ruang 301 kampus Binus. “Lho, kok isi ruangannya cuma tumpukan barang? Mana jajan dan teh manisnya?” Setelah setengah jam muter-muter di sekitar lantai 3 kampus Binus Palmerah dan akhirnya mendapat pencerahan dari petugas keamanan, saya baru tahu bahwa KAMPUS BINUS DI JAKARTA TIDAK CUMA SATU. Berhubung saya pantang menyerah, saya langsung naik angkot lalu ojek menuju kampus Binus International di Senayan. Telat sejam.

Sesampai di depan ruang 301 yang dimaksud di undangan, materi sedang disajikan. Jadi, untuk membunuh waktu dengan brilian, saya ngobrol dengan penjaga pintu yang ternyata alumni ITB juga: Mas Fajar dan Mbak Rinda. Dari merekalah saya baru tahu latar belakang pembuatan situs yang saya kerjakan sebagai proyek KP bulan lalu.

Haleluya. Tidak sia-sia saya capek-capek datang ke sana. Di akhir sesi, Mbak Pembawa Acara—yang waktu itu belum tahu kalau saya programmer situsnya—ngasih pertanyaan terkait situs Satu Layanan. Daaan, dari peserta seruangan, sayalah yang paling cepat mengangkat tangan dan menjawab.

Yak, benar sekali! Mas namanya siapa dan dari mana?
Okihita, Mbak. Redaktur Kominfo kabinet KM-ITB.
Super sekali. Anak ITB memang jawabnya cepat ya.
“You don’t say. Gw yang bikin,” saya cekikikan dalam hati.

Dapat satu buku dan satu fancy-flashdisk berbentuk kartu. Lumayan buat ganti ongkos ojek. Tapi, karena saya juga berjiwa ksatria, di akhir pertemuan saya menyalami pembawa acaranya, Mbak Ayu, sambil sungkem dan minta maaf, “Mbak, saya Okihita, salah satu yang bikin situsnya. Tadi Mbak gak ngasih batasan kalau yang bikin situs gak boleh ikut jawab ‘kan?

Yak, kanan atas, yang pake batik cokelat dan lagi Twitteran.

Open Government Indonesia, organisasi pelaksana dan pencanang situs portal SatuLayanan, adalah “anak perusahaan” dari Open Government, sebuah pergerakan global yang mendukung keterbukaan sistem pemerintahan untuk dapat diakses dan diikuti oleh masyarakat umum.

Indonesia adalah satu dari delapan negara pencetus gerakan global ini. Kini, sebanyak 67 negara sudah mengambil janji untuk ikut menerapkan konsep OG. Tahun ini, Indonesia (bersama Inggris) juga menjadi ketua pergerakan ini. Woah, keren, keren…

Sebagai negara ketua, malu dong kalau prinsip OG tidak diterapkan dengan baik di negara sendiri. Sebagai salah satu bentuk penerapan OG di Indonesia, tim Open Government Indonesia mengadakan lomba bagi berbagai kementerian dan lembaga (K/L) untuk memberikan keterbukaan, keikutsertaan, serta inovasi dalam pelayanan mereka.

Ijo-ijo koyok buto. Rencananya, gambar latar situs ini akan diganti tiap minggu jadi gambar-gambar yang menampilkan kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Tahukah kamu kalau pesen tiket kereta api bisa secara rombongan? Nah, situs portal Satulayanan adalah salah satu fasilitas bagi K/L untuk menyebarkan informasi terkait hal-hal seperti itu. Pokoknya, ketimbang nyari di Google dan nyasar ke tempat-tempat yang belum terjamah dan terjamin.

Saya akan membahas lebih dalam tentang Open Government dan Satu Layanan di edisi Soul of Campus mendatang. Jadi, tunggu saja. :))


Kita belum siap untuk demokrasi. Masyarakat masih terlalu manja untuk sadar bahwa, untuk mencapai negara yang demokrat, dibutuhkan keikutsertaan dan pengawalan masyarakat dalam pelaksanaan pemerintahan.

Perbincangan di bak mobil pickup sore ini, bersama Nadia Charissa dan Elisa Udayani (biar kalian seneng pas nemuin nama kalian sendiri di jagat maya).

Keterbukaan pemerintah dan pengawalan masyarakat. Dua hal itu adalah dasar dari sistem negara yang demokrat. Semoga dengan dipublikasikannya Open Government ini kepada seluruh lapisan masyarakat, pemerintah Indonesia bisa mendapat kepercayaan, pengakuan, dan keikutsertaan dari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s