Mirip Visual Novel

Pagi ini aku main Date or Ditch 2, semacam visual novel untuk C7. Di game itu, pemain menjadi seorang cowok metropolis yang harus menjalin hubungan dengan (hueeek) para sosialita lainnya, termasuk mantan pacar, wartawan, kakaknya wartawan itu, teman-baik–seorang desainer, wanita penggoda, dan walikota. Sesuai basisnya, visual novel, game ini mengharuskan pemain untuk memilih respon yang paling tepat ketika lawan bicara mengutarakan (atau membaratkan, atau menenggarakan) sesuatu. Jika kita merespon dengan benar, hubungan dengan lawan bicara akan terjalin makin baik, vice versa.

Mirip The Sims? Sama sekali tidak. Di The Sims, dalam delapan jam kamu bisa ketemu-ngobrol-ngobrol-ngobrol-peluk-godain-godain-cium-dansa-dansa-ngelamar-nikah tanpa harus istirahat ke toilet maupun meja makan. Di Date or Ditch 2, semua skenario unik. Dalam seluruh alur ceritanya, ada sekitar 150+ pertanyaan berbeda, masing-masing dengan tiga pilihan jawaban yang sama sekali berbeda untuk satu pertanyaan dan pertanyaan lain. Gameloft sepertinya punya seorang lulusan S3 psikologi di balik semua ini.

Dari game ini, aku dapat banyak sekali pelajaran tentang hubungan antarmanusia. Untuk tiap aksi yang lawan bicara berikan pada kita, ada umpan balik yang harus kita berikan. Diam juga merupakan salah satu bentuk umpan balik lho, yang bisa berarti “aku sedang tidak ingin bicara denganmu”, “aku tidak tahu pilihan mana yang baik”, atau sekadar “aku barusan makan jengkol”.

Nilai moral: Kita tahu apa yang harusnya dilakukan, kita hanya tidak melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s