Dulu Saya Main Kelereng

Mari lompat ke kelas tiga. Di kelas tiga, saya berkenalan dengan seorang yang nanti akhirnya menjadi sahabat karib saya hingga SMA. Tommy, namanya. Dia seorang yang terobsesi dengan kelereng dan sepeda. Dari dialah saya belajar memainkan kelereng. Kelereng…

God, playing marble was super fun! Ketimbang main Nintendo, saya beralih haluan dan berlatih kelereng sejak pulang sekolah hingga sore, di arena rumahan yang saya atur sendiri. Di kelas tiga hingga enam, kelereng menjadi permainan standar seluruh anak lelaki di sekolah saya.

Saya terus berlatih. Saya menjadi begitu mahirnya sehingga saya bisa memainkan kelereng dengan dua tangan, bisa membidik kelereng lain dengan tepat dari jarak sepuluh meter, dan saya menciptakan jurus baru dalam ajang perkelerengan, yang saya sebut Walik. Teknik ini hanya bisa digunakan jika kelereng musuh ada dalam radius satu hingga dua meter dari tempat saya membidik. Saat menembakkan, saya menggunakan jempol dan jari tengah untuk membuat kelereng berputar ke belakang dengan kecepatan luar biasa, sambil menghentakkan lengan secepat dan sekuat One Inch Punch-nya Bruce Lee. Kelereng yang saya tembakkan, jika mengenai kelereng musuh, akan membuat kelereng musuh terpental jauh–sangat jauh, sementara kelereng saya sendiri akan memantul kembali ke tempat saya membidik sehingga saya bahkan tidak perlu menggerakkan kaki untuk membidik kelereng selanjutnya. Dalam beberapa permainan, saya bahkan bisa memecahkan kelereng musuh atau bahkan kelereng saya sendiri. Teknik ini sangat menyakitkan jari saya, menggunakan teknik ini lebih dari sepuluh kali dalam satu game akan membuat jempol saya lemas. Dengan mempertimbangkan bahwa setelah jam istirahat masih ada kelas yang mengharuskan saya untuk mencatat, saya biasanya hanya menggunakan teknik ini jika saya sedang kesal atau hampir kalah. Okeeeei… Cukup soal kelereng.

2 thoughts on “Dulu Saya Main Kelereng”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s