Tongue of Spirit, Language of Heart

(This article relates to Christianity)

Ada dua pengertian “bahasa roh”:

—–
Pengertian (1)
“Mujizat Komunikasi”

Dasar Alkitab: Kis 2:4
“Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”

Karunia ini diberikan kepada orang yang ditunjuk Allah untuk mengajar orang asing. Bahasa Roh di sini berfungsi sebagai sarana komunikasi (kosakata + /grammar/) yang digunakan para rasul untuk mengajar para orang Yahudi yang berasal dari luar Palestina. Bahasa ini digunakan sebagai alat transfer pengetahuan kepada jemaat lain yang tidak mengerti bahasa ibu para rasul.

Tidak tertulis dalam Alkitab apakah para rasul tetap menggunakan bahasa ini hingga akhir pelayanan mereka, jadi saya mengasumsikan bahwa mujizat ini adalah “one hit wonder”, seperti mujizat kebangkitan Lazarus. Dipadu dengan mujizat munculnya lidah-lidah api, cara ini adalah strategi Roh Kudus untuk membuat orang-orang yang datang percaya kepada pengajaran para rasul.

—–
Pengertian (2)
“Seruan dari Hati”

Dasar Alkitab: I Korintus 14:2
“Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah.”

Karunia ini diberikan kepada orang yang sungguh-sungguh ingin bercakap dengan Tuhan. Ketika seorang sedang dipenuhi Roh Kudus dan mengalami keadaan yang sangat intim dengan Tuhan, seringkali dia akan kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya.

Ketika hal tersebut terjadi, Roh Kudus akan membimbing orang itu membentuk sebuah bahasa yang akan digunakan untuk menyampaikan informasi pada Tuhan. Bahasa ini punya kosakata dan tata bahasa yang cenderung tidak dimengerti oleh orang lain, karena bahasa ini memang bukan digunakan untuk bertutur dengan manusia, melainkan dengan Tuhan.

Bahasa roh ini lebih wajar ditemui di Indonesia karena: bahasa Indonesia itu susah dituturkan, punya tata bahasa (= /grammar/) yang kaku, kosakata yang sedikit, dan jumlah informasi per suku kata yang rendah. Jika dibandingkan dengan betapa meletup-letupnya informasi (syukur + pujian + penghormatan + ratapan + sukacita + harapan + permintaan) yang ingin kita sampaikan pada Tuhan, bahasa Indonesia sama sekali tidak bisa dijadikan sarana. Inilah juga kenapa kecepatan penuturan kata relatif tinggi ketika kita menggunakan bahasa roh.

—–
Dan, ini bagian pentingnya:

Lihatlah bagaimana para penerjemah dari LAI menggunakan kata “bahasa roh”, bukan “bahasa Roh”, untuk menyebut bahasa yang dimaksud dalam I Korintus 14:2.

Saya tidak mengerti bahasa Ibrani, Yahudi, maupun Romawi. Namun, saya yakin para penerjemah di LAI adalah para cendekia di bidang bahasa; pastinya mereka punya pertimbangan sendiri dalam penggunaan ‘r’ kecil. Asumsi saya, hal itu untuk membedakan “Tongue from The Holy Spirit” dengan “language of the heart”; hal ini kiasi (= /analogous/) dengan penggunaan “kBps” (kilobyte per second) yang berbeda dengan “kbps” (kilobit per second).

Terima kasih sudah membaca.🙂
Semoga tulisan ini menambah pengetahuan.

One thought on “Tongue of Spirit, Language of Heart”

  1. Saya suka ulasan anda. Selamat berbahasa roh. Sangat bersyukur atas media yang Dia berikan ini. Ada banyak hal – curhatan hidup yang memang terbatas dengan kata-kata. Dan bahasa roh bisa menyampaikannya tanpa terbatasi. Kiranya kasih karunia Roh Kudus melingkupi anda…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s