Miskin

Dari Repertoar Ganeca, saya dapat cerita:

Suatu ketika, ada survei tentang negara mana yang penduduknya paling bahagia. Saya kaget waktu tahu jawabannya adalah Islandia. Kata pembicara sih, di Islandia, kamu punya kebebasan, kamu mendapat sanjungan. Tiap orang punya status sosial yang sederajat. Pendidikan di sana sempurna, nilai bukan jadi masalah. Pengalaman adalah yang utama.

Beralih: mana negara yang paling tidak menyenangkan untuk ditinggali? Pembicara bilang lagi: Qatar. Whw. “Orang Qatar semuanya kaya,” kata dia, “Di Qatar, uang melimpah. Semua barang yang bisa kamu beli pun ada di sana.” Begitukah? Kalau semua orang di sana kaya, kenapa Qatar jadi negara dengan tingkat kepuasan penduduk terendah? Kebanyakan tenaga kerja di Qatar adalah sumber-luar, salah satunya dari Indonesia. Terang saja, mana ada orang kaya mau kerja?

Pembicara melanjutkan, kayaknya lelucon deh, “Kalau ada orang yang menculik anak seorang juragan di Qatar, juragan itu akan cuek, ‘Ah, anak yang mana ya? Anak saya sih ada banyak. Silakan deh, culik saja satu.’ Tapi, kalau penculik itu menyekap pembantu, ‘Waaaaaaaah! TOLONG. Jangan culik pembantu saya. Saya akan tebus dia berapapun harganya.'”

Ada orang-orang yang begitu miskinnya; satu-satunya yang mereka miliki adalah uang. Mereka pun bingung uangnya mau dipakai beli apa.

Beli apa?
Beberapa orang yang punya terlalu banyak uang bahkan bingung mereka harus beli apa. Mungkin harus makan pizza dengan topping emas supaya puas.

One thought on “Miskin”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s