Spiral Hitam

Suara langkah… Menjejak tanah semen yang mengeras. Jejak kaki hewan buas tercetak jelas, seolah jalanan semen itu baru saja dibuat. Sudah pasti, makhluk apapun yang menjejakkannya berukuran sangat besar… dan tidak kasat mata. Suara langkah itu terdengar menggegar, menggetarkan jalanan kota Odaiba. Tak lama, suara langkah berhenti. Anak laki-laki itu memutar badannya, menghadap makhluk–apapun–yang sedang berada di hadapannya saat ini.

Serigala raksasa itu muncul, menampakkan diri di depan anak laki-laki yang sedang mencoba menyembunyikan rasa takut yang dirasakannya. “Aku tidak boleh takut, apapun yang terjadi,” perasaannya berkecamuk, “Dia tidak boleh tahu.” Serigala itu besar, berwarna putih, dengan loreng biru; ia terlihat jinak. Namun, spiral hitam itu sudah terpasang erat di kaki kanan depannya, di atas tapak cakarnya; matanya yang awalnya kuning cerah kini menjadi merah darah.

Rambut pirang anak lelaki itu jatuh menutupi mukanya ketika ia menunduk, menyerah. Ia tidak berdaya. Ia tidak bisa membebaskan rekannya dari sihir hitam ini… spiral hitam. Rekannya kini telah menjadi budak Kaiser yang haus kekuasaan. Dia tidak bisa melakukan apapun kecuali menunggu spiral hitam itu mengambil alih seluruh pikiran rekannya. Kekuatan benda ini, spiral hitam, jauh melebihi roda gerigi hitam yang pernah ia dan rekannya hancurkan tiga tahun yang lalu.

Spiral hitam lain terlihat dari kejauhan, dari belakang anak laki-laki itu, melayang cepat mendekatinya. Dia tidak bisa melihatnya karena dia terlalu sibuk, bersedih dan mengasihani dirinya sendiri. Ia tidak menyadarinya, hingga…terlambat. Spiral itu menggelangi kaki kirinya, tepat di atas mata kaki. Gelang itu kini tersembunyi di balik celana panjangnya, dan tidak ada orang lain yang bisa melihatnya. Mata biru anak lelaki itu berubah merah, lalu biru lagi; tak ada yang akan curiga.

Air mukanya berubah. Senyum jahat terlihat di wajahnya. Ia menunggangi rekan serigalanya, menuju kegelapan hutan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s