Kajian Pendidikan @ Ruang 29

Dulu, ada pemisahan kelas berdasar nilai. Yang cerdas sekelas dengan yang cerdas; yang bodoh sekelas dengan yang bodoh. Sekolah hanya memfasilitasi siswa yang dianggap benih unggul, dan menelantarkan mereka yang bodoh.

Persaingan. Eliminasi. Fight of the fittest.


Dengan sistem ini, masa depan seorang siswa sudah “ditakdirkan” sejak SD. Kalo nilainya waktu SD rendah, ya masuknya SMA abal, universitas abal.

Yang pintar makin pintar. Yang bodoh makin bodoh.


‎”Liberalisasi pendidikan” adalah istilah dari Pak Dan untuk merujuk pada sistem pendidikan yang mencetak manusia-mesin. Disebut “liberal” karena sistem ini terpengaruh oleh Amerika, yang menginginkan SDM yang jago secara teknis.

“Dunia tidak butuh seniman atau filsuf,” kata sistem ini.


Kerja sama, kejujuran, kesetiaan, tanggung jawab, ketaatan, prakarsa, kepemimpinan… Semua nilai kemanusiaan diberi prioritas rendah. Pelajaran Pendidikan Agama pun akhirnya hanya jadi syarat lulus saja.

PPKn tidak diujikan di SNMPTN, kan?


Uang banyak atau kekuasaan tinggi. Jika kamu tidak punya keduanya, kamu akan ditolak, dianggap sebagai ampas yang gagal melewati penyaringan.

“Saya jadi kapolda supaya bisa memenjarakan insinyur yang lebih kaya dari saya, hahaha…”


Soal 1: Jika ada seorang nenek yang hendak menyeberang jalan, apa yang kamu lakukan?
(a) Membantunya menyeberang
(b) Membiarkannya
(c) Mendorongnya hingga jatuhAnak TK pun tahu mana jawaban yang benar. Tapi tetap saja, ketika dewasa, anak-anak itu tidak melakukannya. Sungkan? Individualis? Kurasa alasan utamanya adalah karena kita jarang menemui nenek yang mau menyeberang jalan.

Dulu kita lancar mengisi lembar jawab PPKn. Sekarang, bahkan memungut sampah pun kita enggan.

Sekian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s