Kecakapan Presentasi (Kepret)

Sudah beberapa minggu sejak saya bergabung di Kabinet #Asik, kementerian Kajian Strategis. Sebentar lagi ada Sekolah Kastrat, rangkaian pelatihan khusus bagi anak-anak kastrat terkait bidang mereka.

Saya kebagian jadi pemateri bidang kecakapan presentasi. Well, jadi, untuk spoiler, saya nulis ini di grup FB kastrat.


Kajian itu sayur. Kastrat itu koki. Massa kampus itu anak-anak.

Most children dislike vegetables. Even Elzie Segar’s 80-years campaign to promote spinach was not a major success. Doctors and nutritionists know and encourage children to consume vegetables daily—they do say that to parents. In the end, why children still choose starve to death when it comes to veggy-time?

The cook is the main cause. If the cook is, say, mother, then she is the medium between veggies and children—the only one who can promote veggies to their children. Sadly, they do not learn how to make veggies more appealing for children. They just cook it the old style: the way that children just, oh, can’t swallow.

Hal yang sama terjadi pada kajian. Stereotip yang tertanam pada pemikiran mahasiswa adalah: kajian itu membosankan; lebih baik belajar Kalkulus daripada baca notulensi kajian. Sigh…

Di kepengurusan ini, kita akan memberi pemahaman pada massa kampus bahwa kajian itu seni—sebuah seni untuk mengumpulkan, mendiskusikan, serta menyimpulkan materi dengan cara yang jauh lebih santai, menarik, interaktif, namun tetap stick to the point dan tidak berat sebelah.

Kalau pintu hati mereka sudah tertutup untuk bergabung dalam kajian, jangan menyerah dulu! Congkel jendelanya! Bongkar gentengnya! Rombak stereotip. Bawakan hal berat dalam obrolan ringan, suguhkan data dan fakta lewat media dan sastra.

How?
Lewat kurikulum Kecakapan Presentasi, kita akan berlatih cara menjadi mindf**ker handal yang akan membuat sebuah isu berat menjadi percakapan sehari-hari. Tujuan utama kurikulum ini adalah membuat para senator yang datang kajian—mendengar penjelasan kita, menyaksikan slide kita, dan membaca handout kita—tergerak untuk ikut menyebarkan isu, dan menjadikan isu itu menjadi sesuatu yang bahkan dapat dibincangkan sambil ngantri di McD.

Kita akan menghidangkan kajian pada para senator, lalu memastikan para senator yang datang ke restoran kita dapat mempromosikan masakan kita ke teman-teman mereka. Tujuan yang sederhana.

“Ayo anak-anak, makan semua sayurnya. Ajak teman kalian yang lain juga yaa.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s