The 4 Careers I Would Take

Waktu kecil, kita semua punya mimpi tentang cita-cita. Sayangnya, buku pelajaran di TK dan SD cuma ngasih sedikit jenis pekerjaan yang bisa dipilih: dokter, astronot, pilot, polisi, guru, petani, pemadam kebakaran. Ada lagi? Hahaha… Gak jauh-jauh dari itu deh pokoknya.

Sebagai anak kecil yang masih polos dan idealis, saat itu kita yakin bisa dapat pekerjaan yang kita pilih (dari sedikit pilihan yang tersedia). Walaupun sebenarnya tidak peduli, guru dan orang tua kita ngiyain aja, nyuruh kita rajin belajar supaya bisa dapet pekerjaan itu. Buat mereka, yang penting akademis dulu.

Seiring waktu, kita sadar bahwa hidup punya aturan dan masyarakat punya norma. Jadi, “dream job” kita lenyap, terkikis kenyataan bahwa orang yang “baik” dan “siap menjadi orang tua” perlu memiliki pekerjaan dengan gaji yang tinggi, status sosial yang baik.


Terlepas dari apa pekerjaan kamu dan apa jurusan yang kamu ambil di kuliah, mari kita bermimpi lagi😀 Setelah hidup belasan tahun, pasti sudah tahu dong banyak jenis pekerjaan, risiko dan gajinya. Asumsikan semua pekerjaan punya gaji yang sama, status sosial yang sama, dan memerlukan tingkat pelatihan atau pendidikan yang sama untuk mencapai tingkat beginner/intermediate/master. Pekerjaan apa yang akan kamu pilih?

Yo, ini 4 jenis pekerjaan yang kuinginkan, dengan urutan acak🙂


Diving Instructor
Kapan lagi bisa dibayar buat nyelam, foto-foto di bawah air, dan liat lumba-lumba? Hahaha… Instruktur selam yang baik tahu tentang navigasi, P3K karena alat maupun hewan laut, dan yang paling penting, cara mengajar orang berenang dong. Keuntungan jadi instruktur selam adalah kamu bisa buang air kecil kapan saja saat kerja. Kerugiannya adalah kamu tidak bisa buang angin sembarangan.

Level-up! Seacave Explorer
Cave diving tergolong salah satu kegiatan paling berbahaya karena risikonya yang tinggi. Well, setelah capek dengan pekerjaan ngajarin orang lain renang, dengan mempelajari sedikit tentang bionautika dan observasi, dan siap mati, kamu bisa apply untuk jadi speleologist (peneliti gua, baik struktur fisik maupun kehidupan di dalamnya). Udah liat film “Sanctum”?


Bartender
Bartender tidak hanya harus pengetahuan tentang minuman mulai dari jus sampai anggur putih, dia juga harus bisa membuat minuman yang sesuai dengan mood pelanggannya dan, kalo punya skill, bikin minumannya pake atraksi😀 Yoooooi
Kayak apa sih kerjanya bartender? Manga Bartender bisa jadi pedoman kamu buat tau sedikit-sedikit tentang bartender dan kehidupannya.

Level-up! Barista
Jadi setelah kamu mendengar temanmu kena jantung koroner gara-gara jadi perokok pasif, kamu pindah dari bar di night club itu dan mencoba sesuatu yang lebih elegan. Masih dengan kemampuan membuat minuman dan memberi kenyamanan pada pelanggan, kamu belajar tentang proporsi pembuatan kopi dan cara ngasih gambar lucu di permukaannya :3


Penyunting
Dengan kemampuan linguistik yang tinggi dan kosakata bejibun, I think I’ll make a good editor per se. Setelah berlangganan majalah berat seperti Kompas dan Time menjadi fait accompli, wuih makin dewa lagi. Seorang editor juga membimbing wartawan untuk memilih judul berita, pokok-pokok berita, dan memberi saran untuk penggunaan foto cerita. Mungkin bisa juga bantuin para penulis buku?

Level-up! Penulis
Setelah berpuluh-puluh minggu dijejali berita, novel cantik, manga, dan fakta-fakta di kota, editor pun gregetan dan akhirnya membuat sebuah buku. Kerennya, karena begitu beratnya isi buku ini, tajamnya ilustrasi yang digunakan, namun tetap disajikan secara ringan dan bisa bikin perut six-pack karena ketawa, buku perdana ini jadi bestseller!


(Buat Jaman Medieval) Penjahit
Hey, do not underestimate a tailor. If I were a medieval tailor, aku akan menjadi penjahit yang “seskillful-skillfulnya” (haha, sori, Bang Filino). Dengan reputasi yang sangat baik, aku akan menjadi penjahit langganan para nobles. Walau begitu, aku akan tetap menjahitkan baju untuk orang-orang biasa dan memberikan sulaman lucu untuk anak-anak. :3

Level-up! War-stylist
Walaupun semua orang di kota kini memakai baju yang bagus-bagus dan keren, tapi setelah jalan-jalan sebentar ke kastil, kamu sadar bahwa para knight dan prajurit bajunya super jelek dan hanya mementingkan fungsionalitas. Jadi, kamu belajar tentang logam dan work out untuk menguatkan lengan, lalu mendandani seragam para knight (dan kuda). Wow, kotamu kini jadi kota mode pertama di dunia!


Yak, selesai. Kembali ke dunia nyata, kurasa aku akan kerja yang ada hubungannya dengan IT😀

6 thoughts on “The 4 Careers I Would Take”

    1. Hiks… Iya, gw jadi iri. Hahaha… Ya udah sih, suatu saat, pasti ada orang lain yang iri dengan pekerjaan yang kuambil nantinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s