Informatika di Institut Terbaik Bangsa

Maafkan aku karena selama ini melupakanmu, WP…

Dua semester berlalu. TPB selesai. Penjurusan menunggu. Teknik Informatika (i.e. dapet NIM 13509xxx) jadi pilihanku. Waah, impian dari kecil!

Sebelumnya, bagi adik-adikku dari seluruh penjuru Nusantara, yang ingin juga masuk STEI ITB (karena pass in grade-nya gak pernah lepas dari 3 besar nasional, haha), aku ingin memberitahu cara kerja sistem pendidikan di ITB ini. Mari kita buat analoginya:

Pertama, saat kalian masih SMA dan masih pada alay, kalian adalah Novice yang belum tahu akan pilih bidang keilmuan apa di perguruan tinggi nanti. Pada masa ini, kusarankan kalian berlaku baik dan belajar, dan belajar, karena pada sistem pendidikan kita, satu-satunya cara agar kalian bisa masuk perguruan tinggi mana pun adalah tes akademik. Ada dua hal utama yang kalian harus pertimbangkan saat memilih untuk masuk ITB:

(1) Kemampuan Akademis
“Haha, akhirnya nilai ulangan Matematikaku 100!” teriak Matika bangga. Gata menanggapi, “Tapi itu ‘kan hasil penjumlahan dari lima ulangan terakhir kamu, Matika.”
Dari dialog di atas, dapat kita simpulkan bahwa Matika kurang cocok untuk mendaftar sebagai mahasiswa di ITB. Percayalah Kawan, jika kalian termasuk orang yang berada di bawah garis kebodohan, kalian akan menjalani kehidupan ITB kalian dengan terseok-seok. Apalagi kalau kalian malas. Waah…

(2) Biaya
Di ITB, uang kuliah bukan masalah. Dengan pengecualian uang gedung untuk yang lewat jalur USM, kalian tidak perlu khawatir tentang nasib orang tua kalian selama kuliah ini. Uang semester GRATIS 100% jika kalian mau mengurusi beasiswa (ini rada ribet, trust me). Yang jadi masalah sekarang adalah biaya hidup kalian. Standarnya, jika kalian termasuk orang yang menengah, satu juta Zenny tiap bulan sudah cukup untuk membuat kalian tidak kurus.

Kemudian, kalian yang memilih STEI ITB dan keterima, akan dianalogikan sebagai fresh Mage. Kenapa Mage? Karena ITB terkenal dengan para char-charnya yang punya INT (intelligence) tinggi. Yeah! Di ITB ini, kalian harus benar-benar bisa mengejar pelajaran. ITB adalah tempat mencari ilmu, bukan gelar. (No offense PT lain, tapi aku merasa beberapa perguruan tinggi lain bisa seenaknya saja memberikan gelar pada mahasiswanya tanpa peduli kualitasnya.)

Bersama-sama dengan sekitar 3000 mahasiswa lainnya, kalian akan menjalani yang disebut Tahap Persiapan Bersama. Kenapa harus ada TPB? Bukankah langsung penjurusan saja itu lebih efisien? Ada banyak mahasiswa yang merasa “salah jurusan” yang baru sadar saat mereka sudah tahun kedua atau ketiga kuliah. (FYI, rata-rata mahasiswa S1 di STEI ITB lulus dalam waktu 4 tahun.) Karena itulah, ITB menerapkan sistem TPB. Semua yang masuk STEI (354 pcs) akan diberikan mata kuliah yang sama. Kemudian, akan diberikan tiga kuisioner (saat awal inaugurasi ITB, akhir semester 1, dan akhir semester 2) yang akan menentukan penjurusan kalian.

NAAAH, mulai dari STEI ini kalian akan kenal yang namanya organisasi (guild). Ada banyak organisasi kemahasiswaan di ITB, kami menyebutnya Unit Kegiatan Mahasiswa. Masing-masing UKM punya basis yang berbeda: agama, kesenian daerah, olahraga, dan lain-lain. Pada awal kalian masuk ITB, akan ada pameran stand masing-masing UKM untuk memberikan info lebih lanjut tentang apa yang mereka lakukan. Tetap ingat untuk tidak melupakan pelajaran akademis kalian.

Selanjutnya, di tahun kedua, kalian akan diperkenalkan di jurusan yang kalian pilih. Di STEI, ada 5 jurusan yang terbagi menjadi dua rumpun keilmuan: Informatika (jurusan Teknik Informatika [IF] serta Sistem dan Teknologi Informasi [STI]) dan Kelistrikan (gak usah dijelasin lah ya…). Jangan khawatir tentang pengambilan mata kuliah. Masing-masing jurusan punya “paket” mata kuliah. Kalian tinggal menambah beberapa mata kuliah optional seperti Pendidikan Agama, PKN, atau lainnya. Selain itu, masing-masing dari kalian akan dibantu oleh seorang dosen wali untuk menentukan mata kuliah mana yang sebaiknya kalian ambil. Di level yang disebut Wizard ini, kalian harus benar-benar memberikan kemampuan terbaik kalian.

Aku males ngelanjutin… -_-

2 thoughts on “Informatika di Institut Terbaik Bangsa”

  1. Halo,

    Salam kenal. Kami suka dengan tema tulisan kamu tentang pengalaman kamu di ITB.

    Begini, LPM ITB sedang membuat situs antarmuka untuk menjembatani mahasiswa- alumni ITB, dengan siswa SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat ke ITB, untuk bisa bertukar informasi. Tujuannya, adalah untuk mengurangi kasus “salah pilih jurusan” sebelum memutuskan masuk ke ITB, juga membuat siswa SMU mengenal lebih dekat kehidupan mahasiswa ITB, dengan harapan, mereka bisa mengoptimalkan waktu belajarnya di kampus.

    Kami berusaha untuk mengurangi bias informasi seputar jurusan di ITB, bagi siswa SMU, sehingga mereka punya spektrum yang luas dan berimbang seputar disiplin jurusan, bahkan aktivitas mahasiswa ITB.

    Kalau Kamu bersedia, silakan berkunjung, berdiskusi, berbagi, dan jangan lupa untuk menjawab keingintahuan siswa- siswa SMU dari seluruh Indonesia, tentang ITB.

    Oh iya, tulisan ini juga bisa lho, kalau mau diposting .

    Regards,

    Layanan Produksi Multimedia ITB
    http://www.masukitb.com
    http://multimedia.itb.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s