Waras – Warayang Santai

Ini akhir pekan! Jumat malam, aku gak tidur semaleman buat ngupdate playlist Winamp, dan, hey… Aku nemuin sebuah plugin bagus! Aku dan teman selantaiku, Nugraha Syarif Hidayat, pernah perang syaraf untuk membela media player yang kami masing-masing gunakan. Dia pakai JetAudio, aku pakai WinAmp. Aku bersikeras kalau WinAmp itu media player yang lebih bagus, karena pilihan skin yang keren😄, tapi Nugie tetap pake JetAudio karena JA punya fitur untuk cari lirik otomatis. Hahahahaha, dengan plugin ini, aku akan buktikan kalo WinAmp tetaplah yang terbaik. :HAHAHA: FYI, WinAmp gak punya versi 4. Dari versi 2, langsung versi 3, terus versi 5. I’m serious.

Akhirnya, setelah begadang semaleman, playlist WinAmp-ku sempurna! Hahahahaha! Kini tiap lagu di playlist-ku punya lirik masing-masing, jadi aku bisa ngikutin nyanyi lagu anime dengan lirik yang benar dan bukan dengan habrruahmachamaakawa–lirik yang dinyanyikan ngawur, dibuat supaya terdengar kejepang-jepangan, padahal gak tau lirik aslinya… Parahnya, Rio, teman sekamarku, HOBI banget kaya’ gitu. Dengerin lagu di notebook-ku, pasang headset, dan nyanyi-nyanyi gak jelas. Aku tahu kenapa dia pakai headset: untuk menutup kuping agar tidak terganggu oleh suaranya sendiri.

Setelah puas dengan semuanya, kira-kira jam 3 aku bersiap tidur. Pagi nanti aku akan ke Ciwidey, memenuhi kewajibanku sebagai seorang anggota Warayang–paguyuban orang-orang asal Nganjuk yang tinggal di Bandung, baik kuliah ataupun kerja. Waah, mengingat kalau aku adalah anggota baru, aku jadi merinding mengira-ngira ospek macam apa yang akan diberikan padaku. Apa aku akan disuruh minum jamu jawa sampai plempoken? AAAAHHH! Berbahaya sekali! Tahukah kalian kalau dalam beberapa kasus, jika diberikan pilihan antara 1)minum 3 liter trinitrotoluena + makan arang yang masih membara dan 2)minum 2 liter ramuan jawa, orang yang berniat bunuh diri akan lebih suka memilih pilihan kedua? Bagi mereka, bunuh diri harusnya dilakukan secara tenang, cepat, santai, dan nyaman, bukan dengan penyiksaan yang berlarut-larut. Aduh… Menyeramkan sekali. Aku berdoa sebelum tidur: “Tuhan, jikalau mungkin, biarlah cawan penderitaan ospek ini berlalu dari hadapanku. Namun, bukan kehendakku yang jadi; kehendak-Mu jadilah.”

*****

Sabtu 13 Februari, jam 9 pagi, dengan perasaan antara sedih dan senang, aku berangkat ke Bangbayang–markas besar Warayang. Di sela-sela kegelisahanku akan beratnya ospek, aku masih sempat mempertimbangkan GRATIS 100%! 2 HARI 1 MALAM DI VILLA PERKEBUNAN TEH, DENGAN KOLAM RENANG AIR PANAS DAN FASILITAS WISATA LENGKAP, MAKAN BESAR, CINDERAMATA EKSKLUSIF WARAYANG, SERTA PEMANDANGAN ALAM MENAWAN. Siapa yang gak tergoda, coba? Kali ini Iblis menang; aku mengorbankan perasaan takut-bakal-diospek yang tertanam di sanubariku demi liburan 2 hari di Ciwidey.

Walaupun aku tahu kalau acara makrabnya mengharuskanku untuk nginap, tetap aja aku gak bawa baju ganti. EQUIPMENT yang kubawa cuma kampes, kaos Rafa Sagara, jaket STEI yang dipakai terbalik, dan celana kargo. Item yang kubawa cuma DISDROWSE POTION, harmonika, kacamata, dan earphone.
Sampai di Warayang HQ, aku sempat berkeringat beku. Dengan jari tangan kananku yang tinggal lima batang, aku membuka pintu yang sudah terbuka sebagian itu. Ah! Keringatku langsung menguap ketika melihat senior-seniorku tersenyum saat mempersilakan aku masuk. Huah, rasanya aku bisa lebih tenang sedikit. Dengan wajah-wajah seramah ini, tidak mungkin mereka akan mencekokiku 2 liter jamu, bukan?
Setelah bersalaman dengan mereka semua, some of which I’ve never met before, aku masuk ke kamar Om Kriting–seorang seniman keren lulusan UNIKOM, buat latihan biola. Yeeha! Ini bagian yang paling aku suka dari Warayang HQ; Om Kriting pasti minjemin aku biolanya. Sejak melihat para pengamen Dago yang rata-rata jago maen biola, aku jadi terobsesi untuk latihan biola juga. Siapa tahu suatu hari, waktu aku lagi bokek, aku bisa nyanyiin Seandainya Sahabatku dari Luar Angkasa di sana, terus dapat upah 10 bakwan dari para penggemar Mojacko. Aku sudah lama ingin punya biola, tapi harganya yang lebih dari 800 bakwan membuatku mengurungkan niat.
Jadi, kira-kira jam 11, semua barang bawaan udah dipak dan Warayang HQ siap dikosongkan. Aku sempat merana dalam hati karena inilah waktu perpisahan dengan biola. Padahal, aku jarang banget maen ke WHQ. Biasanya aku cuma main kalo ada rapat, pertemuan bulanan, atau semacamnya; itu pun tidak semuanya kumanfaatkan untuk latihan biola. Huaaa… BIOLAAA…
Ya udahlah kalau begitu. Bagaimanapun, villa tetap prioritas. Aku membantu mengangkat beberapa bungkus barang ke pintu luar. Ah! Om Kriting keluar tidak lama setelahku, BAWA TEMPAT BIOLA! Nice! Berarti aku bisa main biola di Ciwidey nanti. Ternyata apa yang kuinginkan terkabul. Gak bakal sia-sia deh makrab Warayang ini. Harapanku saat itu hanya satu: semoga tempat biola itu berisi biola.

Dari WHQ, kami pergi ke Tugu Dipati Ukur. Di sana sudah siap seekor bus untuk mengantar kami ke Ciwidey. Segera setelah semua anggota terkumpul dan masuk ke bus, kami berangkat. 2 jam perjalanan aku lalui dengan tidur. Jika seseorang tidur terlalu sedikit, bahkan DISDROWSE POTION pun tidak akan mempan menyembuhkan sleep-nya.

*****

Sampai! Told you, the villa was awesome. Mungkin bintang 3 atau 4. SANGAT BAGUS malah, jika dibandingkan dengan uang yang harus kukeluarkan: nol bakwan. Pemandangan indah, kolam renang air hangat + panas seperti yang dijanjikan, wisma yang keren, kasur empuk, dan fasilitas lain. Ah, sejenak aku lupa ancaman bahaya yang ada di hadapanku… Wuuhuu!

Setelah puas foto-foto dan nyobain air kolam–bukan buat minum, tentunya–aku nyalain notebook-ku. Yaah, gak ada sinyal Wi-Fi di kebun ini, payah!

Suara gaib: ya iya lah, Bego! Siapa juga yang mau masang receiver di sini?

Wisma cewek dan wisma cowok dipisah, jadi masing-masing punya wisma sendiri. Wisma cowok buat yang cowok, dan wisma cewek buat yang cewek. Cewek-cewek bakal tidur di wisma cewek, begitu juga cowok-cowok bakal tidur di wisma cowok. Kedua wisma itu tidak digabung, sehingga kamar cewek dan kamar cowok tidak berada dalam satu wisma yang sama.

Bu Ratna : Okihita! Paragraf kamu tidak efektif! Sana bikin tulisan baru! TTKI kamu bakal saya nilai E kalau kamu posting tulisan ini!

Dalam benakkku terbayang hal-hal mengerikan kalau saja dosen Tata Tulis Karya Ilmiah-ku menemukan blog ini.

*****

Jam 8, waktunya makan! Taburan potongan ayam goreng, kentang goreng, dan bihun menghiasi tiap piring di meja ini. Kami gantian ngambil kuah, nasi, dan bawang goreng. Nasi sengaja tidak disediakan dalam piring, karena sie konsumsi tidak tahu siapa ingin nasi sebanyak apa; tiap orang dibiarkan mengambil sesuai kebutuhan. Setelah kupikir-pikir, sebenarnya jatah laukku sudah bisa bikin kenyang walaupun tanpa nasi.

*****

Malamnya, aku menghabiskan semalaman buat main biola. Waaau, rasanya senang bisa menggesek-gesek barang orang lain. Semalaman aku gak tidur demi main biola (ama bikin log act buat blog ini). Anehnya, walaupun tanpa penggunaan Disdrowse Potion, aku gak ngantuk lho.

Pagi-pagi sekali, saat dingin menusuk hati, angin mencengkeram diri, kami bangun. Olahraga bareng deh. Habis itu jalan-jalan, makan siang, udah, pulang. (FFwd mode on). Selesai!

One thought on “Waras – Warayang Santai”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s