Semangat!

Semester baru, pelajaran baru.

Pengalaman yang kudapat di semester satu sudah cukup untuk jadi persiapan untuk semester dua ini. Ahahaha… Banyak sekali yang bisa kupelajari dari 6 bulan terakhir ini, tentang pelajaran, tentang kehidupan. Tanggal 29-31 Januari lalu, PMK ngadain retret ke Ciwidey. Nice, aku benar-benar mendapatkan banyak hal.

Misalnya, setelah melihat Bang Theo yang sayang binatang ini, aku jadi berpikir untuk lebih mengerti para binatang, mendengarkan isi hati mereka, dan menjalin hubungan persahabatan yang baik.

Juga, aku berpikir untuk meng-update tebakanku dengan tema-tema binatang. Jadi, aku melakukan riset dan akhirnya menemukan banyak varian tebakan binatang. Yeah! Nice. Kini dengan tebakanku, aku akan membuat orang lain sayang binatang juga. Coba jawab ini: hewan apa yang berkaki delapan, bisa renang, dan makan bambu? Kalo udah tau jawabannya, masukin aja ke komen di bawah.

Memang itulah yang harusnya terjadi: manusia harus sayang binatang. Kita ini sekelas dengan anjing, kucing, dan kambing: kelas mamalia–dengan kata lain, mereka adalah teman-teman sekelas kita. Masa kita gak peduli sama teman sekelas sendiri? Jangan gitu donkKita gak boleh jadi anak ansos.

Uh, tapi ada tidak semua binatang layak disayangi. Ada banyak binatang tidak bermoral yang melakukan hal-hal absurd, yang hanya mengikuti keinginan daging mereka sendiri. Mereka telah melanggar Ten Commandments nomor tujuh. Parah! Dua muda-mudi yang amoral ini tertangkap basah melakukan tindakan asusila di hadapan umum, tanpa pengaman!

Lalu, tidak hanya itu. Kadang-kadang kucing-kucing ITB–mungkin karena terpengaruh atmosfer eksak–berusaha mengikuti pelajaran dalam kelas. Namun, entah kenapa manusia tidak menerima mereka. Dosenku bahkan tega mengusir kucing yang tertarik dengan kuliah Kalkulus.

Sudahlah, itu tidak perlu dibahas lagi. Seperti kita, kadang binatang bisa khilaf juga. OK, cukup tentang binatang.

*****

Selanjutnya adalah tentang trik kuliah. Di semester satu dulu, aku sering tidur waktu di kelas. Well, sebenarnya bukan hanya aku. Ada ciptaan lain yang juga tidur di kelas. Parahnya, dia, Idris, bisa tidur pulas walaupun ada di posisi paling depan!

Ngapain coba? Kenapa harus milih tempat paling depan kalau cuma mau tidur di kelas? Kasian mereka yang benar-benar pengen di depan, ‘kan? Kalo kata guru Fisika, kalo tidur di kelas itu pasti karena malamnya belajar terlalu larut. Aku gak setuju. Kadang, ada anak yang sebegitu inginnya berusaha ngikutin pelajaran, dan berusaha untuk gak ketiduran di kelas pada saat pelajaran. Wah, tapi bagaimanapun, ada saja dari mereka yang tidak mampu menahan ngantuk dan akhirnya terjatuh ke titik terendah seorang mahasiswa.

Nah, karena itulah, aku menciptakan sebuah benda yang bisa menyembuhkan status sleep dan membuat penggunanya immune terhadap sleep selama 900 detik. Obat ini kunamakan Disdrowse Potion. Kandungannya cukup berbahaya: asam hidroksida, yang jika dipakai secara berlebihan dapat menyebabkan ke-tidak-ngantuk-an berlebih pada tubuh. Cara pake potion ini gampang banget, tinggal semprotin aja ke muka kamu. Kalo perlu, semprotin pas di bagian mata. Gampang, ‘kan?

7 thoughts on “Semangat!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s