Hari Kedua PRO-KM, bagian II

Setelah apel pagi di luar Sabuga, acara selanjutnya diadakan di dalam auditorium.

Seminar pertama, adalah tentang hukum. Kami–sebagai warga negara yang baik, diharuskan juga mengerti akan pentingnya hukum dalam kehidupan–lingkungan kuliah, masyarakat, dan negara. Oleh Bapak Ayo P dan Bapak Wibowo, dari WRMA ITB.

Seminar kedua–yang tidak terbayangkan sebelumnya, dihadiri oleh Wakil Ketua KPK. Why? Karena, tahun ini, ITB bersikap tegas untuk melawan tindakan korupsi di kampus–nyontek. Bahkan, angkatan 2009 bersama-sama mendeklarasikan Gerakan Anti Nyontek pagi ini. Ribuan stiker dan poster juga dibagikan gratis pada kami.

ISO, ITB Student Orchestra, mengisi acara selanjutnya. Simfoni 7 Beethoven (eh, atau apa yan namanya?) menggaung merdu di sini. Cool!

Ada lagi seorang motivator, Ibu Retty Ratnawati. Beliau membimbing perkembangan psikologi kami melalui materinya: Membangun Integritas Mahasiswa ITB melalui Pemahaman Perkembangan Psiko-Fisiologis Remaja. Menarik. Kami mengerti tentang perkembangan psikologis kami secara lebih detail–dilihat dari segi biologis.

Waktunya sholat bagi saudara Muslim. Aku dan sekitar 500 orang non-Muslim lainnya pun berpencar per agama. Bagi yang Protestan, check point selanjutnya di atap Sabuga. 200 orang dibagi menjadi 22 kelompok, dan mentor-mentor tahun kedua dari Persatuan Mahasiswa Kristen menemani kami. Kami kemudian dibagi lagi dalam beberapa kelompok kecil–4 sampai 6 orang, saat itu juga kami mendapat kakak rohani kami.

Merekalah yang akan mengamati perkembangan rohani kami dari awal hingga akhir. Kakak rohaniku, Irvan, juga memberitahu tentang jadwal kebaktian mahasiswa Kristen ITB, tiap hari Jumat, jam 11 di Sabuga. Lucu, acara ini juga disebut Jumatan =D

Waktu ishoma selesai. Kami kembali ke auditorium. Kali ini, dosen Psikologi UNPAD, Dr. Diana Herding, menjadi tutor kami. It’s much cooler! Beliau sudah tidak belia, umur 53 tahun, tapi tetap bersemangat, dan enerjik, seperti baru berumur 35 tahun. Tipe orang yang “cerewet”, tapi bukan cerewet yang kosong. Beliau memberikan banyak saran yang kontradiktif, namun tokcer untuk diterapkan secara nyata.

Setelah ini, tepat jam 3. PRO-KM–dilaksanakan oleh para senior kami yang “baik”–akan dilanjutkan lagi. Pasti akan “menyenangkan”. =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s