One Piece 553

OK, Jumat ini One Piece 553 udah keluar. Makasih buat OneManga dan imangascan. =)

Review untuk One Piece 552 ada di sini.

One Piece 553 : Puncak Pertikaian

Side Story : – [gak ada, yang ada cuma sampul depan yang indah ^^]

Main Story:

1

Di Marinford, tsunami yang diciptakan oleh Whitebeard makin meninggi–puluhan meter, siap menghancurkan markas angkatan laut dunia itu.

“HAHAHAHA! Kekuatan yang luar biasa! Kau benar-benar bajak laut legendaris. Hehehehe…” Flamingo masih sempat terkagum pada Whitebeard dalam keadaan yang mendesak itu. Sungguh, para Shichibukai adalah orang yang tak punya rasa takut.

“GURARARARARARA…”1) Whitebeard tertawa setelah meluncurkan serangan pertamanya.

Para admiral dan marinir sedang dalam ketakutan akan kehancuran mereka sendiri, ketika tiba-tiba…

2

Salah satu dari tiga kursi yang diduduki para admiral kosong…

Aokiji bergerak lebih dulu, melindungi benteng Marinford dari bahaya tsunami raksasa.

“JAMAN ES!2)

Ombak yang hampir menyentuh benteng Marinford, tiba-tiba, mulai membeku. Tiap ujung-ujung lidah ombak kini tak bergerak lagi. Diam. Semuanya menjadi es beku, masih dalam posisi ombak yang seakan hendak melahap Marinford. Marinford terselamatkan.

Whitebeard tertegun. Serangan pertamanya digagalkan. Dari kejauhan, Aokiji menatap Whitebeard yang masih berdiri tegak di atas kapal Moby Dick.

“Aokiji… Kau bajingan kecil…” Whitebeard masih bisa tersenyum di hadapan semua musuhnya.

3

“Ahhh…” para marinir terlepas dari ketakutan mereka.

“Ombaknya berhenti!” mereka lega, namun mereka masih harus menghadapi ketegangan pertarungan antara Whitebeard dan Aokiji–yang kini berbalik menyerang Whitebeard.

Seraya melompat, Aokiji mengeluarkan senjata jarak jauhnya yang–tentu saja–terbuat dari es. Empat tombak es meluncur dari arah kiri Whitebeard.

“PALACHIZAN!”3)

Whitebeard siaga. Tangan kirinya tetap mengenggam tombaknya–Bisento, tapi tangan kirinya tidak tinggal diam menghadapi serangan Aokiji.

Krakkkk…. Kekuatan buah Gura Gura digunakan lagi. Kini udara yang menyelimuti Whitebeard kembali pecah, retak. Pecahan udara itu membentuk petir yang tak terlihat, berhadapan langsung dengan tombak es yang sedang menuju ke arahnya.

Krash! Bagaimanapun, tajamnya tombak es Aokiji tidak mampu bertahan melawan kokohnya gempa udara Whitebeard.

Retakan udara dari Whitebeard belum puas jika hanya menghancurkan tombak Aokiji. Ia kini terus melesat, berusaha menghantam wajah Aokiji.

“Upss…” gumam Aokiji saat petir itu mulai membelah kepalanya.

Slash! Blar! Petir transparan itu tidak hanya membelah kepala Aokiji, tapi kini juga membelah badannya menjadi dua. Tubuh Aokiji kini benar-benar terbelah! Dagingnya yang pecah oleh sambaran udara berubah menjadi es, kemudian jatuh begitu saja…

…ke arah laut, tepat di teluk depan Marinford.

Beruntung, pengguna Buah Iblis tipe logia4) tidak perlu takut mati, karena pada kenyataanya, mereka hampir tidak bisa mati. Saat pecahan tubuh es Aokiji hendak menyentuh air, pecahan itu berkumpul lagi. Dengan cepat, bongkahan-bongkahan kecil es itu kembali membentuk tubuh Aokiji.

Tangan Aokiji yang sudah kembali utuh menyentuh permukaan air. Kekuatan Hie Hie mengalir lagi dari Aokiji. Dalam detik, lautan di teluk Pulau Bulan Sabit berubah menjadi es, membekukan air di bawah SS Moby Dick dan sekutunya.

4

Seluruh teluk membeku!

Pergerakan kapal-kapal kita kini berhenti total.

Para bajak laut terlalu tertegun untuk menyadari bahwa marinir juga telah melancarkan serangan ke arah kapal batalion kapal mereka.

TEMBAK MEREKA!!!span>” ratusan meriam dari benteng-benteng Marinford memuntahkan peluru besi seiring teriakan itu.

HANCURKAN MOBY DICK!!

Blam! Blam! Blam!

“Waktunya maju,” awak kapal Whitebeard sama sekali tak terpengaruh oleh peluru meriam yang berterbangan ke arah mereka.

“Pijakan kaki yang bagus sudah tersedia,” kata salah seorang dari mereka, sembil melihat ke arah bawah kapal.

“AYO TUNJUKKAN PADA MEREKA KEKUATAN KITA YANG SESUNGGUHNYA!!!” para kapten kapal dari masing-masing bajak laut sekutu Whitebeard turun dari kapalnya, bersiap menyerbu daratan tempat markas Marinford berdiri kokoh.

“PARA KAPTEN KAPAL SUDAH TURUN DARI KAPAL MEREKA! JANGAN BERHENTI MENEMBAK!!!”

5

Hahahahaha! Lautan yang membeku sungguh membuatku bersemangat!

Begitu senangnya hingga aku tidak mampu menahannya!

Mahaperang masih berkecamuk di teluk, antara para bajak laut yang ingin merebut Marinford dan menyelamatkan Ace, dengan para marinir yang harus menahan serangan bajak laut serta membuktikan kekuasaan mereka di kancah dunia.

Pukul mundur mereka!!!

Ssing… Pedang melesat diantara peluru meriam yang sedang beterbangan, membelah bola besi itu.

Mereka dari markas marinir…

Beberapa laki-laki tangguh berdiri di hadapan para bajak laut…

..para Laksamana!!!

6

Kau tidak akan pernah melihat para Laksamana berkumpul seperti ini… Hahahahahaha!

Seperti Buster Call saja…” para bajak laut bersiaga, namun penuh ketertarikan demi menghadapi musuh mereka yang ada di depan mata.

Di seberang teluk, para Laksamana yang lain sedang mempersiapkan diri untuk pertempuran ini. Seorang pria muda berbadan besar berseru pada seorang nenek yang, nampaknya, juga adalah anggota marinir yang kuat.

Otsuru-san, kau mundur saja.”

Jangan mengatakan hal bodoh, Anak Ingusan…

“… Bahkan jika aku lari ke ujung samudera pun, tidak ada satupun tempat yang aman lagi di dunia ini.

BUNUH MEREKA DAN LEMPARKAN KE TELUK!!!” ratusan bajak laut turun dari kapal, bersiap membantu Whitebeard menrebut Marinford.

“Akhirnya…” Laksamana Sengoku, yang masih berdiri di samping Ace, melihat semua pergerakan ini.

“…dimulai juga.”

Ya, pertarungan antara bajak laut dan marinir, di teluk Marinford yang membeku, begitu dahsyatnya. Sama sekali tidak dapat ditentukan berapa banyak korban yang akan berjatuhan, dan siapa yang akan memenangkan pertarungan ini…

Mihawk menarik Black Sword dari punggungnya.

“Hehehe… Apa yang akan kau lakukan, Mihawk?” Flamingo penasaran.

“Aku hanya ingin mengukur, agar aku tahu dengan mata kepalaku sendiri…” Mihawk memandang Whitebeard dari balik topi, masih dengan tajam mata elangnya.

“…seberapa besar perbedaan kekuatan antara orang tua itu dan aku.”

7

Mihawk mengeluarkan jurusnya, tebasan raksasa dari pedang terkuat di dunia. Serangan raksasa itu langsung menuju Whitebeard. Jejak tebasan itu membelah lautan es di teluk Bulan Sabit…

MATA ELANG!!” para bajak laut baru menyadari bahwa Mihawk di seberang mereka sudah melancarkan serangan pertamanya.

Whitebeard hanya tersenyum. Dia tahu, dia tidak seharusnya takut, karena…

Mihawk tersentak. Tepat di depan SS Moby Dick–kapal perang Whitebeard, berdiri seseorang. Dia hendak menangkis serangan Mihawk!

BLARR!!! Tebasan raksasa5) dari Black Sword membentur tubuh orang itu, hanya berjarak beberapa meter dari Moby Dick. Retakan es yang melayang di belakang tebasan itu masih belum jatuh ke tanah…

DIA MENGHENTIKANNYA!

TEBASAN TERKUAT DI DUNIA!

Mihawk tertegun. Di tidak menyangka masih ada benda yang mampu bertahan menghadapi tajamnya Black Sword, meskipun itu dari jarak jauh sekalipun. Dia memilih untuk tidak berkata-kata lagi…

“KAPTEN DIVISI TIGA!!!” orang itu memperkenalkan dirinya sebagai anak buah Whitebeard.

“‘DIAMOND’ JOSE!”

8

“YAAHH!!!!” pekik teriakan terdengar lagi.

Cahaya benderang tampak di udara di hadapan Whitebeard. Kali ini, Admiral Kizaru melayangkan serangan kepada kakek tua itu. Satu lagi pengguna kekuatan logia yang berusaha menyerang Whitebeard.

“YASAKATATANOMAGATAMA5)” kekuatan Pika Pika miliknya membentuk puluhan peluru yang tumpul, siap menghujam Whitebeard.

“Hei, hei…” Whitebeard merasa tidak nyaman atas efek samping kekuatan Kizaru.

“…itu terlalu terang.”

Rentetan peluru itu terus menuju ke arah Whitebeard. Namun, sebelum peluru cahaya itu berhasil mendekati Whitebeard, di hadapan Whitebeard muncul pusaran pipih yang menahan kekuatan itu, membentuk piringan besar yang menjadi perisai bagi Whitebeard. BLAM!! Ledakan besar terjadi saat peluru cahaya menghantamnya.

Dia menghentikan serangan dari Admiral Kizaru!!” para marinir terpana melihatnya.

Apa itu?! Ada pusaran api biru!!

“KOMANDAN DIVISI SATU…!”

“…MARCO!”

“Kau tidak bisa mengalahkan ‘raja’ pada langkah pertama,” kata Marco dari balik pusaran api birunya yang memudar.

“Betapa menyeramkan…” Kizaru mengoceh tajam, tersadar bahwa serangannya yang barusan juga sia-sia.

“…para ‘Bajak Laut Whitebeard’ ini.”

Hmm, apalagi ya ceritanya minggu depan? ^^

Jujur, gw sendiri gak tau, sebenarnya apa sih kekuatan dari orang ini:

FLAMINGO

Sampai-sampai dia punya bounty Formerly Image:Bsymbol10.gif80,000,000

340.000.000???

Trivia

Bentar, masih loading…

Hari Minggu besok gw berangkat ke Bandung. Terus ikut PRO-KM (ospeknya ITB) mulai dari 11-17. Jadi maaf kalo minggu depan telat, OK? =)

Catatan

*1) Whitebeard punya tawa yang sama seperti kekuatan buah yang dimilikinya, Gura Gura. Orang lain yang punya keunikan seperti ini adalah Perona, dengan tawanya Horororororo, dari buah Horo Horo.

*2) Ice Age, kemampuan Hie Hie untuk membekukan apa saja yang disentuh oleh Aokiji. Latihan yang keras membuat Aokiji dapat membekukan benda dalam volume yang besar.

*3) Mungkin artinya adalah partisan/tombak.

*4) Aokiji adalah pengguna Buah Setan bertipe logia/elemen. Sama seperti buah Mera Mera yang menjadikan Ace Manusia Api, dan Goro Goro yang memberi kekuatan pada petir pada Enel, Hie Hie no Mi menjadikan Aokiji sang Manusia Es.

*5) Sumpah, gw gak tau apa artinya ini. Bisa dibantu? T_T

9 thoughts on “One Piece 553”

  1. hoi,,,
    jaman sma,,,,bnyak komik yg dibaca
    jaman kuliah,,,,hanya beberapa komik
    jaman dah gawe,,,,hanya “one piece” ama “naruto” aj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s