Rokok, Contoh Utama Branding
Dosen Branding saya bilang, produk rokok itu sebenarnya zero-benefit. Komoditi utama yang dijual bukan tembakau, filter, maupun saus dalam rokok itu sendiri, melainkan “gaya hidup”.
Penjualan rokok analog dengan Coca Cola yang menjual “kemeriahan”. Satu botol Coca Cola dijual Rp2.500, padahal bahan bakunya hanya seharga Rp800. Kenapa bisa jadi mahal? Rp1.200 dari penjualan Coca Cola digunakan untuk bikin iklan-iklan teve, poster raksasa, dan spanduk-spanduk merah-meriah itu.
Karena itulah, branding iklan-iklan rokok menjual ilusi bahwa “merokok itu jantan, keren, dan menyenangkan”, padahal sebenarnya tidak sama sekali.
Saya pernah, sekali, menegur seorang bapak yang merokok dalam angkot ketika angkot itu dipenuhi anak kecil yang pulang sekolah. Feel like a boss. Tapi, nampaknya saya perlu keberanian yang jauh lebih besar untuk menegur teman dekat sendiri.
Sungkan banget eh.
Baiklah. Hari ini saya berjanji untuk membuat sebuah infografik tentang fakta rokok, supaya anak-anak kampus tidak merokok lagi.
Penyuntingan Dokumen: MsOffice 2007 vs. 2010
Jika ada dokumen yang dibuat di Word 2010, orang yang membuka dokumen itu lewat Word 2007 seringkali akan menemukan karakter spasi yang hilang. Lalu jika orang yang menggunakan Word 2007 tadi menyunting dokumen tersebut dan menyimpannya, spasi dalam dokumen tersebut juga akan hilang di Word 2010.
Solusi resmi dari Microsoft untuk mengatasi masalah ini adalah: pengguna Office 2007 harus mengunduh service pack untuk Office 2007 (290 MB) di http://www.microsoft.com/download/en/details.aspx?displaylang=en&id=5
Tapi, siapa sih pengguna Word 2007 yang mau repot-repot ngunduh berkas segede itu? Dalam hal ini, pengguna Word 2010 ‘lah yang harus mengalah. Selalu simpan dokumen kalian dalam compatibility mode. Bahkan, supaya lebih aman, simpan dalam bentuk .pdf. Metode yang paling aman—tapi merepotkan—adalah konversi tiap halaman menjadi gambar, lalu masukkan tiap gambar ke masing-masing halaman di dokumen Word 2010.
Moral of the story: Jangan sok high-tech. Kasian mereka yang gak ngerti. =))
Ikonisasi
Uhuk-uhuk-uhuk. Dengan kaki yang kesemutan gara-gara kebanyakan duduk dan mata yang merah gara-gara kebanyakan C8H10N4O2, saya menulis lema ini.
Singkat cerita, agar menarik lebih banyak alumni menjadi penderma, saya membuat proposal Diakonia.
Butuh 5 jam untuk mendesain proposal ini. Desainnya memang bukan master-piss, tapi ada sebuah ilmu desain baru yang saya pelajari saat membuat proposal ini:
ikonisasi
Gimana sih cara merancang sebuah gambar sederhana
yang mewakili konsep tertentu?
Untuk mewakili si poop guy, kita dengan mudah bisa menggambarkan (depict) sebuah tangan, dengan sesuatu yang melingkar-lingkar, berundak, beralas bundar, dan berujung lancip. #youknowwhatimean
Berikut adalah 21 “kata benda” yang harus saya ikonkan dalam proposal ini:
- Pengantar
- WordPress
- Surat Elektronik
- Milis
- Sambutan
- Profil
- Landasan
- Sejarah
- Tujuan
- Metode (Kerja)
- Narahubung
- Kepengurusan
- Ketua
- Sekretaris
- Bendahara
- Humas
- Pemerhati
- Keakraban
- Kebutuhan (Dana)
- Penutup
- Kutipan
Dari 5 jam saya desain proposal ini, saya butuh 2 jam buat mikirin ikon-ikon apa aja yang satu-warna, berukuran 20p x 20p, dan mewakili konsep. It was so damn hard! Dan setelah dua jam itu pun, masih ada ikon-ikon yang terkesan maksa.
Here, you can have the .png’s
Setia dalam Perkara Kecil
Yo! Beberapa bulan lalu, temen dari Divisi Musik, Amang, bikin lagu pujian yang baguuus banget. Duet dengan Erika, dia nampilin lagu ciptaannya itu pas Jumatan. Temannya Amang, si Elionai, seorang kristen punkrock dengan jaket jeans berornamen besi, waktu waktu itu bawa SLR. Jadi, dia ngerekam penampilannya Amang deh.
Malamnya, video itu diagih ke grup PMK ITB. Videonya ngeblur dikit sih, tapi kualitas audionya bagus. Respon positif berdatangan.
Sayangnya, setelah kira-kira dua minggu, lagu itu hilang ditelan utas-utas (threads) lain. Saya pribadi merasa lagu ini terlalu bagus untuk dilupakan begitu saja. Jadi, saya memberi sentuhan istimewa untuk lagu ini.
1. Bikinin album art khusus buat satu lagu ini, ng-embed-in ke berkas mp3-nya. Tidak lupa, gw juga ngisiin tag ID3v1 berkas ini
2. Bikin JavaScript kecil-kecilan dan tampilan fitur <audio> dari HTML5 buat di-host di situs PMK, lengkap dengan tampilan album art, tombol putar/jeda, dan seeker. Emang niatnya bikin tampilan minimalis sih. Tidak lupa, ada tombol ME GUSTA
3. Ngepos di grup FB PMK ITB, supaya anak-anak mengunduh versi mp3 terbaru dari lagu ini DAN mengilhami Divisi Musik supaya mau berkarya lebih banyak lagi. Mereka sebenernya udah punya kecakapan yang cukup buat bikin album beneran kok, cuma selama ini mereka males aja.
4. Ngasih tau tentang pos ini ke blognya Amang.
5. Mengakhiri hari ini dengan tenang.
Fiuh. Terima kasih, Tuhan, untuk semua kemampuan desain ini.
Selamat Ulang Tahun, Amang!
Happy Chinese New Year!
Jadi, sebagai admin @pmkitb yang ramah dan amanah, salah satu tugas saya adalah ngetwit saat hari-hari besar, termasuk Tahun Baru Cina hari ini. Saya sengaja bangun dan riset pagi-pagi supaya gak telat ngucapinnya, dan tidak dikatain haiyaa, lu kok shiang (lit. whoa, y u so late–as if in oversleep). Selain itu, kalo pagi ‘kan waktunya doa
.
Supaya tidak salah ngetwit, saya ngadain riset sederhana tentang ‘ucapan’ Imlek. I found an interesting thing about this. Contrary to popular belief, which I also just learned, “gong xi fa cai” is not synonymous with “happy new year”. It nearly mean “congratulations and be prosperous”. The equivalent term for “happy new year” is “xin nian kuai le”. Then basically, it should be:
Gong xi fa cai, xin nian kuai le!
Added a little, harmless trolling:
PMK ITB mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2563, 2012 M, 1432 H bagi teman-teman yang merayakannya. Gong xi fa cai, xin nian kuai le
![]()
Happy Chinese New Year, fellow mates!

